Tuesday, December 18, 2007

Telkom Beli Sigma

Ada berita menarik di detik hari ini, yaitu tentang dibelinya 80% saham Sigma oleh Telkom. Apa yang melatarbelakangi dijualnya sebagian besar saham Sigma ke Telkom tsb? Berikut penjelasan dari Presdir Sigma..



Mungkin yang jadi pertanyaan, sebagai sebuah perusahaan IT terkemuka di Indonesia sebenarnya tidak ada masalah di dalam Sigma, jadi kenapa dijual? Apalagi dengan nilai prosentasi yang menjadikan Telkom sebagai shareholder terbesar. Dari nilai nominal, 20% memang masih cukup besar. Tapi tidak cukup kuat sebagai penentu kebijakan perusahaan. Bagaimanapun, pemilik saham terbesarlah yang lebih dominan menentukan arah perusahaan.

Boleh jadi ini adalah strategi Sigma untuk menjadi perusahaan terbuka dengan jalan yang lebih mulus. Jika memang demikian, ini sebuah langkah cerdik dari shareholder Sigma sebelumnya untuk meng-cash-kan assetnya tanpa melalui pasar modal.

Lalu bagaimana dengan Indonet, yang notabene bagian dari Sigma Group? Semoga akan lebih berkembang sebagai sebuah company dan lebih sejahtera untuk karyawannya.. Amiin

Catatan Dari Pelatihan Khotib


Berawal dari ketidaksiapan pengurus DKM al Barokah Gedung Cyber mencari khotib pengganti saat khotib utama berhalangan hadir, digelarlah acara Pelatihan Khotib bekerjasama dengan Khairu Ummah pada sabtu lalu (15/12/07). Tujuan utama digelarnya acar ini agar pengurus Al Barokah siap mengemban amanah sebagai da'i sekaligus menjadi khotib badal saat khotib yang sudah dijadwalkan sebelumnya berhalangan hadir. Acara yang langsung dibimbing oleh pimpinan Khairu Ummah, Ust. Ahmad Yani ini berisi teori sekaligus praktek. Materi yang disampaikan mulai dari kewajiban dan keutama’an berda’wah, ciri akhlak da’i, hingga adab dan khaifiyat khutbah Jum’at. Berikut beberapa catatan yang bias saya share disini.

Keutamaan Da’wah
1.Memperoleh derajat yang tinggi dihadapan Allah
- Dikelompokkan dalam kelompok ummat terbaik (QS 3:110)
2.Mendapat pahala yang amat besar
“Barangsiapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yg mengerjakannya.” (HR. Muslim)
3.Membuktikan keimanan yg benar (QS As Shaff: 2-3)
4.Memperoleh keberuntungan (QS 3:104)
5.Terhindar dari laknat Allah (QS 5:78-79)
6.Mendapat rahmat dan kasih sayang Allah (QS 9:71)

Ciri Akhlak Da’i
1.Hubungan dekat dengan Allah
2.Ikhlas dalam berda’wah
3.Sabar dalam berbagai keadaan
4.Menggunakan pembicaraan yang baik
5.Memiliki ksungguhan dalam berda’wah

Retorika Da’wah
1.Persiapan
a.Mentalitas yang memadai
- Da’wah adalah tanggungjawab mulia
- Yakin yang disampaikan adalah sesuatu yang benar
- Merasa pantas untuk menyampaikan da’wah
- Sadar memiliki kemampuan diri menyampaikan pesan da’wah
- Cuek dalam hal-hal yg tidak prinsip (usia terlalu muda, pakaian sederhana, dll)
b.Memahami latar belakang jama’ah
c.Menentukan masalah
d.Mengumpulkan bahan
e.Menyusun sistematika
f.Menjaga dan mempersiapkan kondisi fisik
g.Analisis pendengar
2.Pelaksanaan Ceramah
a.Tampil mengesankan
b.Menguasai forum
c.Jangan menyimpang
d.Gaya yg orisinal
e.Bersikap sederajat
f.Mengatur intonasi dan tempo
g.Memberi tekanan
h.Menjaga kontak dengan jama’ah
i.Pengembangan bahasan
- Penjelasan, yaitu keterangan tambahan yg sederhana dan tidak terlalu rinci
- Memberikan contoh yg relevan dengan pembahasan
- Memberikan analogi, testimony dan statistic
j.Memberi kesimpulan
3.Langkah-langkah sesudah ceramah
a.Tenang saat turun dari podium dan kembali ke tempat duduk
b.Melakukan evaluasi

Monday, December 17, 2007

Mimpi Para Pejuang

Ternyata orang-orang besar, sebelum menjadi besar, mereka memiliki mimpi-mimpi besar dalam hidupnya. Mimpi-mimpi itulah yang menjadikan nama mereka tercatat sebagai pejuang untuk bidangnya masing-masing.

Aristoteles (384 BC-322 BC):
Hope is a waking dream..
Harapan adalah kunci untuk terwujudnya sebuah mimpi. Sebuah mimpi yang kita sendiri tidak memiliki harapan untuk meraihnya adalah mimpi yang kosong. Adanya suatu pengharapan pada sebuah mimpi, akan menjadikan mimpi itu selalu hidup dan sangat mungkin untuk diraih.

Kahlil Gibran (1883-1931):
Trust in dreams, for in them is hidden the gate to eternity..
Jika kita tidak percaya pada mimpi kita, untuk apa bermimpi? Kahlil Gibran seringkali menuliskan mimpi-mimpinya dalam syairnya. Dan dengan menuliskannya saja, sudah menjadikannya sebagai seorang pejuang besar dibidang sastra.

Hasan Al Banna (1905- 1949) :
The realities of today are the dreams of yesterday, and the dreams of today are the realities of tomorrow..
Mimpi bagi seorang Al Banna adalah sebuah fase menuju kenyataan. Keyakinan pada mimpinya, menjadikannya pejuang yang tangguh, meski berhadapan dengan penguasa tiran masa itu. Ulama kharismatik yang berasal dari Mesir ini memiliki mimpi besar untuk menyatukan umat islam dalam satu garis perjuangan. Jama'ah yang dibentuknya, Ikhwanul Muslimin, menjadi simbol perjuangan gerakan islam hingga saat ini. Melalui pemikirannya, yang banyak tertuang dalam buku2nya, gerakan islam dituntut untuk berjuang sesuai dengan keaslian garis perjuangan islam sekaligus aktual untuk diterapkan pada masa kontemporer.

John F. Kennedy (1917-1963):
We need men who can dream of things that never were..
Sebuah mimpi yang besar, tidak cukup dibangun oleh seorang diri. Ia membutuhkan sebuah team untuk mewujudkan mimpi besarnya. Sebuah tim yang berisi orang-orang yang juga memiliki mimpi-mimpi besar.

James Dean (1931-1955):
Dream as if you'll live forever and live as if you'll die today..
Inilah konsistensi sebuah mimpi. Dibutuhkan keseimbangan dalam hidup, sebagai seorang pemimpi dan pekerja.

Bill Gates:
I really had a lot of dreams when I was a kid, and I think a great deal of that grew out of the fact that I had a chance to read a lot..
Siapa sangka seorang Bill Gates, orang terkaya di dunia saat ini versi Forbes, hidupnya dipenuhi banyak mimpi. Tidak heran jika saat ini banyak hasil yang ia raih dari mimpi-mimpinya. Resepnya, jangan sia-siakan kesempatan yang ada dihadapan kita. Jika kesempatan itu adalah waktu untuk membaca, maka banyak-banyaklah membaca..!!

So, anda sudah punya sebuah mimpi besar untuk diraih? Mulailah dengan sebuah harapan. Percayalah bahwa mimpi anda adalah kesuksesan yang saat ini masih tersembunyi. Yakinlah bahwa kita mampu merubah mimpi kita menjadi nyata. Seperti para tokoh besar itu, mereka juga manusia biasa seperti kita, yang bisa mewujudkan mimpi-mimpinya. Seperti juga saya.. manusia biasa.. yang sedang mengejar mimpi-mimpi luar biasa.. agar menjadi manusia yang tidak biasa..!!

You may say I'm a dreamer, But I'm not the only one..
I hope someday you'll join us and the world will live as one..

(John Lennon)

Tuesday, December 11, 2007

Inovasi.. !!

Berkembangnya dunia ICT di Indonesia saat ini tak lepas dari serangkaian inovasi yang dilakukan para pelaku sejarah dunia ICT itu sendiri. Itulah pesan moral dari Pak Garuda dalam diskusi panel di FAST AWARD 2007. Tokoh yang sudah malang melintang di dunia ICT mulai dari Telkom, Indosat, Komselindo (sekarang Mobile-8) hingga Telkomsel itu juga banyak curhat tentang perjalanan karirnya hingga saat ini.

Diantara point curhatnya, ketika Pak Garuda mendirikan Telkomsel untuk melakukan revolusi dunia ICT dari fixed phone menuju mobile phone. Saat itu posisi Satelindo sangat kuat karena dominasi keluarga Cendana. Berhadapan dengan kekuatan Cendana tidak membuatnya ciut, apalagi mundur. Telkomsel yg kesulitan membuka jaringan di Jakarta dan Jawa, kemudian memulainya dari Batam. Pertimbangannya, saat itu sinyal Singtel bergerak bebas di Batam dan perlu diproteksi. (Sekarang justru Singtel bisa membeli Telkomsel? Kok bisa..) Akhirnya, seperti obat nyamuk, jaringan Telkomsel terus meluas mulai dari luar Jawa hingga jantungnya Indonesia, yaitu Jawa. Singkat cerita, Telkomsel akhirnya memiliki coverage area terluas dan pelanggan terbanyak di tanah air.

Inovasi bukan hanya sekedar kreasi. Jika kreasi adalah perubahan dari sesuatu yang sudah ada, maka inovasi adalah perubahan dari sesuatu yang belum ada menjadi ada. Atau dari sesuatu yang lama menjadi baru. Biasanya, seorang yang pasif hanya menikmati sesuatu yang sudah ada tanpa bisa menghasilkan apa-apa. seorang yang kreatif akan menghasilkan karya-karya yang biasa saja. Namun seorang yang inovatif akan menghasilkan karya-karya yang luar biasa spektakuler.

Inovasi dalam bisnis tidak hanya melulu dengan menciptakan sesuatu yang baru. Inovasi juga bisa dengan mempelajari dari keberhasilan bisnis yang sudah ada, atau bahkan mencontek dari para pengusaha sukses. Selama yang kita contek adalah hal positif dan tidak melanggar kode etik dunia bisnis, kenapa tidak? point-nya adalah kita bisa berubah dari tidak punya menjadi punya.. Dari ngontrak menjadi punya rumah sendiri.. Dari bekerja dengan orang lain menjadi punya usaha sendiri.. Entah itu usaha voucher, burger, garmen, dan masih banyak lagi peluang usaha untuk kita selagi ada kemauan.

Mari kita mulai berinovasi.. Mulai dari mana? Seperti kata Aa Gym, mulailah dari diri sendiri, dari yang terdekat (terjangkau), dari yang terkecil (sesuai kemampuan) dan mulai saat ini juga..!!

Saturday, December 8, 2007

FAST Gathering


Diskusi Panel dalam acara reuni FAST (Forum Alumni Stt Telkom) di Ballroom Grand Hyatt, 7 Desember 2007. Dipandu oleh Aiman, alumni yg juga presenter berita RCTI, menghadirkan Garuda Sugardo, Andi Malarangeng, dan beberapa narasumber dari dunia ICT.


Foto bareng alumni angkatan 95. Alhamdulillah, sudah banyak yg jadi boss ternyata.. :)


The Magnificent Seven of Forsil 14 plus Kang Edi.. :)


Bareng Wido, Anwar, Dodi.. Acara ini selain menjadi ajang silaturahim juga tuker2an kartunama untuk memperluas koneksi.. Kali aja ada bisnis opportinity yang bisa difollow up.. :)

Wednesday, November 28, 2007

Selamat Jalan, Brother..

Dalam dua hari kemarin ada dua undangan makan2. Pertama, undangan dari Bayu, teman di Gedung Cyber yang akan berangkat haji ke tanah suci. Kedua, undangan dari Eko, teman kuliah di STT yang akan "hijrah" ke Inggris untuk bekerja di salah satu operator telco disana.

Makan2 dalam rangka "walimatussafar" bertempat di warung bakso samping cyber. Selain saya dan Bayu, nggak ketinggalan Indra, Tamim, Mahmud dan Supri. Menu bakso yang ternyata habis (untung masih ada mie ayam) sengaja dipilih karena waktunya sore saat jam pulang kantor. Iseng2 saya nanya ke Bayu,
"Bay, ente pergi haji dari ABIDIN atau AGUS ?"
"Maksudnya?"
"Atas BIaya DINas atau Abis GUSuran?"
"Ooo.. bukan dua2nya, yang bener DARIS.. Dari ARISan.."
Jadi ceritanya dia ikut arisan haji yang dikocok tiap tahun. Iurannya 350rb/bulan, pesertanya 7 orang. Kalo dihitung pas keluar arisan dapet 350.000x12x7 = 29.400.000.
Bayu giliran yang ke-4, jadi dengan status haji-nya nanti dia tetep bayar arisan selama 3 tahun lagi. Oke juga nih strateginya.. :)

Makan2 berikutnya dalam rangka "farewell party" berlokasi di Rise Bowl Plaza Semanggi. Juga dihadiri 6 orang: Eko, Gimin, Budi, Risman, Anjas dan saya. Per 3 Desember 2007, Eko akan go internasional dengan mulai bekerja di T-Mobile UK yang merupakan mobile operator terbesar kedua di europe. Karir teman saya yang satu ini memang terus menanjak dan melesat sangat cepat. Meski terkesan "kutu loncat", tapi pilihannya selalu tepat. Termasuk pilihannya untuk mencari istri seorang dokter, dan akhirnya terwujud.. :)

Hidup memang selalu dihadapkan pada pilihan. Ketika ada pilihan yang kita ambil, disitulah dibutuhkan take action. Bayu telah take action 4 tahun lalu dengan mulai menabung melalui arisan haji. Eko juga take action dengan terus mengupgrade karir kerjanya hingga memenuhi standar internasional. Mereka pantas untuk meraih impiannya masing2.. meminjam inspire word-nya TDA, 'No Action Nothing Happen, Take Action Miracle Happen..'


Selamat buat Bayu, semoga menjadi haji yang mabrur..
Selamat buat Eko, semoga sukses di negeri Mr. Bean sana..

Allahumma hajjan mabruron, wa sa'yan masykuran, wa zamban maghfuron, wa tijaratan lan tabuur. Ya 'alima fishuduur akhrijni minazhulumati ilannuur..

"Ya Allah karuniakanlah haji yang mambrur, sai yang diterima, dosa yang diampuni, dan usaha yang tidak mengalami rugi. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam hati sanubari. Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang.."

Monday, November 26, 2007

Target Yang Meleset Dan Melesat

Untuk mencari inspirasi baru, saya biasanya jalan2 ke beberapa blog untuk menemukan tulisan yang mampu membakar semangat. Kali ini saya mengunjungi blog-nya Pak Ananto,
teman saya di GwGuyur yang sudah Full TDA setelah melepas posisinya sebagai Director di AC Nielsen. Tulisannya tentang Personal Branding menggugah hati saya untuk merekam beberapa catatan di blog ini.

"5 atau 10 tahun dari sekarang Anda ingin dikenal sebagai apa atau tokoh apa? Apakah Anda ingin jadi pengusaha Rajanya Bakso, Raja Motivator, Doktor ternama lulusan UI, Ahli Komunikasi, Ahli Tata Kelola Usaha alias pedagang, walikota yang dipilih rakyat, Bupati yang merakyat, Raja Selimut, Ratu Busana Muslim dll."

Dalam sebuah "halaqoh" waktu kuliah dulu, saya pernah diberikan secarik kertas oleh seorang mentor. Sang mentor kemudian meminta kami untuk menuliskan target apa yang akan kami capai dalam 1 hingga 5 tahun mendatang. Saya lupa apa saja yang saya tulis saat itu, namun ada 2 hal yang saya ingat. Pertama, lulus kuliah pada usia 23 tahun (8 semester) dan menikah pada usia 25 tahun. Keduanya ternyata meleset, saya lulus kuliah pada usia 25 tahun dan menikah pada usia 28 tahun.

Setelah menikah, saya kembali memasang target untuk 5-10 tahun mendatang. Dalam 5 tahun ke depan (usia 33) saya harus bisa beli rumah sendiri dan dalam 10 tahun (usia 38) saya harus bisa menunaikan ibadah haji bersama istri saya. Sebenarnya ada beberapa target yang sifatnya maknawi, namun tidak perlu saya sebutkan disini :) Alhamdulillah, untuk membeli rumah saya tidak perlu menunggu hingga 5 tahun. Bahkan melesat lebih awal menjadi 3 tahun melalui fasilitas KPR. Jum'at lalu (23/11/07), secara resmi dilakukan serah terima rumah dari developer ke saya selaku pembeli dihadapan notaris.

Dari kedua case diatas, yang membedakan adalah action plan. Pada case pertama, setelah menentukan target, plan berikutnya tidak jelas. Bukannya konsen untuk menyelesaikan kuliah, saya justru mencoba berwirausaha bersama beberapa teman. Alhasil, lulus kuliah menjadi molor, yang otomatis berdampak pada ma'isyah (baca: penghasilan tetap) dan kesiapan menikah. Yup, tidak bisa dipungkiri, faktor finansial masih menjadi alasan klasik untuk tetap membujang. Meski target meleset, ada nilai positif dalam capaian yang lain, yaitu terbangunnya jiwa enterpreneurship dalam diri saya.

Pada case kedua, saya mencoba untuk mengatur strategi bagaimana cara mencapai target membeli rumah dan pergi haji. Strategi yang paling utama adalah menabung. Berapapun income yang kami terima, kami sisihkan untuk menabung. Diantaranya:
- Saat terima gaji bulanan, langsung disisihkan untuk zakat (2,5%) dan menabung (20%).
- Saat terima bonus tahunan, langsung disimpan ke BSM sebagai deposito
- Memilih bisnis yang tepat untuk investasi (shareholder GwGuyur Pusat)
- Sisanya, optimalkan untuk kebutuhan sehari-hari

Alhamdulillah, dengan strategi itu, kami bisa melunasi DP rumah sebesar 30% dari harga jual. Sisanya akan dicicil selama 10 tahun melalui KPR. Mudah2an target saya untuk pergi haji di usia 38 tahun bersama istri juga bisa terwujud. Amiin.

Lalu kembali ke tulisan Pak Ananto,

"5 atau 10 tahun dari sekarang Anda ingin dikenal sebagai apa atau tokoh apa?"

"Dalam 5 tahun saya akan bertransformasi menjadi Full TDA, dan dalam 10 tahun saya akan menjadi Gubernur Jakarta!!"

Hahaha..!! Anda boleh tertawa, tetapi saya sedang tidak bercanda.. :)