Pertanyaan Pak Ridwan di milis TDA adalah sebuah kegundahan yang tengah dialami seorang amphibi (karyawan yang sedang merintis usaha), mewakili banyak orang yang sedang dihadapkan pada dua pilihan. Dari banyak respon thd pertanyaan itu, saya kutip dua jawaban yang paling lugas dan inspiratif menurut versi saya..
Pertanyaan dari Pak Ridwan:
Rasanya sumpek berada dilingkungan kerja sebagai karyawan.
Semua unek-unek untuk berkembang dan mandiri yang ada dalam benak rasanya terbelenggu oleh waktu dan rutinitas kerja. Akankah suatu saat sy bisa menjadi seorang yang TDA !
Sementara konsep dan rencana usaha bertambah dan bertambah, sudah membumbung, sudah menumpuk mulai dari angan-angan bisnis A sampai Z. Haruskan keinginan itu dibelenggu dan dipatahkan saja !
Rasanya semakin terpenjara semakin lama jadi karyawan..
Saat ini saya amphibi, sambilan sy di kerjakan bersama istri, mengelola sebuah warung makan di samping gedung di Sudirman,. klo dihitung-hitung masih mendingan hasil dagang daripada bekerja, akan tetapi jika pekerjaan saya lepaskan tiba-tiba maka pendapatan pendamping saya akan hilang, sehingga membebani rumahtangga yang jadi satu pendapatan (dari waroeng), tapi klo dibiarkan berlarut umur semakin bertambah dan hasrat menjadi usahawan sukses tak terkejar...
Option 1 :
Apakah sy harus membuat satu usaha yang bisa menghasilkan pendapatan minimal setara dengan gaji kerjaku sbg karyawan saat ini --> yang saya anggap ini keputusan yang aman saya ambil ketika saya beralih full TDA,.. dan penghasilan dari gaji tergantikan ( tapi bisa makan waktu lama untuk ambil option ini, apalagi merencanakan sambil bekerja susah banget nyari waktunya, seringkali banyak urusan tidak tercapai )
Option 2 :
Haruskah nekat saja, keluar begitu saja,.dan mulai mengapresiasikan unek-unek saya.. ?!
Mungkin ada rekan-rekan yang pernah mengalami keinginan spt saya, dan melakukan satu tindakan pilihan yang ternyata Jitu !, mohon berbagi ya..
Trims
Jawaban 1 (versi AG):
mas ridwan, kalimat ini sering disampaikan oleh para motivator, "bisnis itu jangan dihitung -hitung, dibuka baru dihitung, kalo kebanyakan ngitungnya kapan bukanya?" pake rumus MBA mas,
MBA pertama, management by action : buka saja jangan nunggu perpect, karena gak ada yang sempurna di dunia ini, selain Alloh,
MBA kedua, management by adjusment, setelah dibuka, mulai dipoles mana yang belum baik : manajemenya, displaynya, marketingnya, pakagingnya, SDMnya dll.
MBA ketiga, management by antisipation, setelah di poles semuanya, mulai diantisipasi kegagalan yang mungkin terjadi, tapi itu juga jangan terlalu banget karena kalo kita gagal sebenarnya gak gagal tapi kita "sekolah dengan biaya sesuai sengan nilai kegagalan kita.
jangan pake MBA yang keempat, alias management by Afwan, sebentar bentar afwan, afwan mentang mentang sama temen sendiri afwan ya.... afwan harus ditempatkan sesuai dengan porsinya.
moga bermanfaat
Jawaban 2 (versi Rosihan):
Pak Ridwan ....
Sesungguhnya kegalauan seperti ini jawabannya sangat sederhana sekali. Tidak perlu dipikirkan terlalu hebat, karena akal itu memiliki keterbatasan. Tidak juga perlu merisaukan jiwa, karena jiwa seharusnya mengurusi hal-hal yang lebih besar.
Pilih nomor 1 : jika alasan menjadi TDA hanya untuk meningkatkan income, dengan selalu berhitung membanding-bandingkan dengan gaji TDB. Sudah banyak cerita, jika kita bekerja untuk usaha sampingan kita sekeras dan sehebat bekerja dikantor TDB, maka hasilnya sering kali lebih besar dari gaji TDB.
PILIH NOMOR 2 : jika sudah terbebas dari hitung-hitungan akal, dan jiwa bertekad TOTAL menjadi PENGUSAHA. Kita bertindak untuk langkah KEDEPAN selama sisa hidup, untuk berkomitmen terus menjadi pengusaha tanpa henti, tanpa peduli kondisi. Tidak lagi digerakkan oleh orientasi INCOME, tetapi oleh pilihan selalu menjadi TANGAN DI ATAS.
Untuk memilih nomor 2, modalnya bukan nekat, tetapi PASRAH kepada Yang Maha Kaya.
Sunday, January 13, 2008
Friday, January 11, 2008
Resolusi 1429 H
Sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1429 H. Semoga tahun ini Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita semua dalam menghadapi proses kehidupan ini sehingga kita menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan bermakna di akherat kelak. Amiin..
Mohon maaf lahir batin juga atas semua kesalahan saya di tahun yang lalu.
Jika tahun 2007 atau 1428 H yang lalu saya beri judul Tahun Investasi. Memasuki tahun 2008 yang bertepatan dengan 1429 H ini, judul apa kira2 yang tepat saya berikan? Beberapa teman sudah menuliskan resolusi yang berisi target-target yang ingin dicapai ditahun ini. Bahkan Pak Iim secara lengkap menuliskan alasan mengapa target penting untuk dituliskan. Berikut alasannya:
1. Target memotivasi kita
2. Target memacu keinginan
3. Target memacu cara kerja
4. Target membuat prioritas kita terpelihara
5. Target dapat menyalurkan dan memaksimalkan potensi kita
6. Target memberi kita kekuatan untuk hidup di masa sekarang
7. Target memperlancar komunikasi kita
8. Target membantu kita mengevaluasi kemajuan
9. Target memacu kita untuk membuat perencanaan/action plan
10. Target mengubah sasaran kita dari proses mencapainya ke hasil akhirnya
Di awal tahun lalu sebenarnya saya tidak memberikan target khusus dalam bentuk sebuah resolusi yang harus saya wujudkan. Saat itu, ketika sedang jalan-jalan di gramedia, secara kebetulan saya menemukan sebuah buku berjudul "Siapa Bilang Karyawan Tidak Bisa Kaya" karya Safir Senduk. Ternyata buku itu cukup memotivasi saya untuk kemudian berani mengambil beberapa langkah investasi sebagai bentuk proteksi.
Pada tahun ini saya mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat komunitas TDA. Sebuah komunitas bisnis yang bervisi menjadi Tangan Di Atas atau menjadi pengusaha kaya yang gemar memberi kepada sesamanya. Istilah kerennya adalah abundance atau enlightened millionaire. Ciri khas komunitas ini yaitu action oriented. Makanya seiring diplesetkan menjadi Take Double Action. TDA menghindari banyak melakukan diskusi dan perdebatan yang tidak produktif.
Berbekal perkenalan inilah saya berharap ditahun ini bisa memberi arti yang lebih dari sekedar menghidupi diri sendiri dan keluarga, yaitu dengan membuka suatu unit usaha mandiri yang kelak bisa menghidupi orang banyak. Insya Allah..
Mohon maaf lahir batin juga atas semua kesalahan saya di tahun yang lalu.
Jika tahun 2007 atau 1428 H yang lalu saya beri judul Tahun Investasi. Memasuki tahun 2008 yang bertepatan dengan 1429 H ini, judul apa kira2 yang tepat saya berikan? Beberapa teman sudah menuliskan resolusi yang berisi target-target yang ingin dicapai ditahun ini. Bahkan Pak Iim secara lengkap menuliskan alasan mengapa target penting untuk dituliskan. Berikut alasannya:
1. Target memotivasi kita
2. Target memacu keinginan
3. Target memacu cara kerja
4. Target membuat prioritas kita terpelihara
5. Target dapat menyalurkan dan memaksimalkan potensi kita
6. Target memberi kita kekuatan untuk hidup di masa sekarang
7. Target memperlancar komunikasi kita
8. Target membantu kita mengevaluasi kemajuan
9. Target memacu kita untuk membuat perencanaan/action plan
10. Target mengubah sasaran kita dari proses mencapainya ke hasil akhirnya
Di awal tahun lalu sebenarnya saya tidak memberikan target khusus dalam bentuk sebuah resolusi yang harus saya wujudkan. Saat itu, ketika sedang jalan-jalan di gramedia, secara kebetulan saya menemukan sebuah buku berjudul "Siapa Bilang Karyawan Tidak Bisa Kaya" karya Safir Senduk. Ternyata buku itu cukup memotivasi saya untuk kemudian berani mengambil beberapa langkah investasi sebagai bentuk proteksi.
Pada tahun ini saya mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat komunitas TDA. Sebuah komunitas bisnis yang bervisi menjadi Tangan Di Atas atau menjadi pengusaha kaya yang gemar memberi kepada sesamanya. Istilah kerennya adalah abundance atau enlightened millionaire. Ciri khas komunitas ini yaitu action oriented. Makanya seiring diplesetkan menjadi Take Double Action. TDA menghindari banyak melakukan diskusi dan perdebatan yang tidak produktif.
Berbekal perkenalan inilah saya berharap ditahun ini bisa memberi arti yang lebih dari sekedar menghidupi diri sendiri dan keluarga, yaitu dengan membuka suatu unit usaha mandiri yang kelak bisa menghidupi orang banyak. Insya Allah..
Wednesday, January 9, 2008
Butterfly...

Selasa kemarin saya cukup terhibur dengan menonton langsung acara Extravaganza di studio 1 TransTV. Berbekal tiket gratis dari mantan staff saya yang kini bekerja di TransTV, saya mendapat kesempatan untuk melihat lebih dekat proses produksi sebuah acara TV Show.
Acara TV yang berdurasi 2 jam itu memakan waktu shooting sekitar 4 jam. Saya yang malam itu datang bersama istri dan 2 orang keponakan hanya menonton sekitar 2 jam saja, karena waktu sudah cukup malam (mulai jam 8 malam). Sebelum pulang, kami sempat menyaksikan bintang tamu yang hadir saat itu, Melly dan Andhika, menyanyikan lagu Butterfly.
Butterfly, bagi saya, adalah sebuah penggambaran untuk sebuah perubahan. Seekor kupu-kupu yang indah, menyejukkan siapa saja yang memandangnya. Memilih makanan dari bunga-bunga pilihan dengan sari-nya yang berkualitas. Terbang bebas kesana kemari, tanpa beban tapi bisa memberi manfaat bagi sekitarnya. Padahal, sebelumnya ia hanyalah seekor ulat biasa yang dekil dan sederhana.
Perubahan wujud dari ulat menjadi kupu-kupu (metamorfosis) diikuti dengan perubahan peran di lingkungan. Yang semula ditakuti orang, berubah menjadi dicinta, dulu dijauhi, sekarang didekati, dulu menimbulkan bencana bagi bunga dan buah, kini membantu proses penyerbukan. Ulat, yang semula menyandang ˜nama besar" sebagai biang masalah, berubah menjadi penopang keberlanjutan ketersediaan sumber daya. Sebuah ilustrasi yang begitu indah dari Yang Maha Kuasa untuk menjadi pelajaran bagi umat manusia..
Butterfly terbanglah tinggi
Setinggi anganku untuk meraihmu
Butterfly fly away so high
As high as hopes I pray
To come and reach for you
Friday, January 4, 2008
Memilih Lokasi Rumah Di Sekitar Jakarta
Dari polling sederhana yang saya buat diblog ini selama bulan Desember 2007 lalu tentang lokasi perumahan yang paling strategis dan ekonomis di sekitar Jakarta, ada 20 voter yang masuk. Polling ini saya buat ketika mengalami kesulitan untuk memilih rumah, meski survey ke sejumlah lokasi sudah dilakukan.
Hasilnya, lokasi perumahan di Depok ternyata menjadi pilihan utama para voter. Depok memang termasuk salahsatu daerah pinggir Jakarta yang paling cepat perkembangannya. Coba saja kita jalan2 ke sepanjang jalan margonda, hampir dalam setiap radius 100 meter ada mall yang berdiri megah ditepi jalan. Dan itu terus berkembang ke wilayah Depok lainnya, seperti Cimanggis dan Sawangan. Nggak salah kalo Depok terpilih sebagai lokasi paling strategis dalam polling ini. Namun apakah membeli rumah di Depok juga cukup ekonomis? belum tentu. Lokasi lain seperti Cinere dan Pamulang sepertinya lebih ekonomis dari sisi harga.
Mungkin akan lebih baik jika faktor strategis dan ekonomis ini dipisah. Dan setiap orang juga memiliki penilaian tersendiri mengenai definisi strategis dan ekonomis ini. Namun karena dua faktor ini (menurut saya) seringkali menjadi prioritas setiap orang untuk membeli rumah, tidak ada salahnya untuk digabung agar pilihan lebih mengerucut. Hasilnya, boleh dijadikan referensi atau dianggap angin lalu.. terserah anda.. :)
Saturday, December 29, 2007
Catatan Akhir Tahun 2007
Perjalanan tahun 2007 tinggal 2 hari lagi. Tak terasa, ditahun ini banyak suka duka yang telah saya lalui. Ditahun ini ada 3 kerabat dekat saya yang dipanggil kehadirat Yang Maha Kuasa. Ketiganya adalah bibi saya, kakak dan adik dari ibu saya. Dalam bahasa betawi, kakak dari orangtua biasa dipanggil dengan sebutan encang. sedangkan adiknya dikenal dengan panggilan encing. Encing saya yang meninggal disebabkan penyakit diabetes, sedangkan kedua encang saya menutup usianya pada umur 70-an tahun.
Saat ini berarti tinggal Ibu Saya dan Cing Salmah yang masih hidup di garis keturunan kakek saya dari ibu. Sedangkan di garis keturunan kakek dari bapak sudah meninggal semua. Terakhir, bapak saya meninggal pada tahun 2003.
Terlepas dari rentetan kisah duka tersebut, saya menyebut tahun 2007 dengan Tahun Investasi. Setidaknya ada 3 keputusan investasi yang saya ambil sepanjang 2007. Pertama, Investasi Rumah. Dimulai dengan memberikan tanda jadi di bulan Juni 2007, akhirnya saya bisa mendapatkan sebuah rumah di Perumahan Bukit Dago, Pamulang melalui KPR. Meski serah terima kunci sudah dilakukan bulan Desember ini, namun sepertinya rumah itu belum bisa saya tempati dalam waktu dekat. Selain jarak yang cukup jauh dengan lokasi kerja (nunggu punya mobil, biar bisa lewat tol.. hehe), kondisi istriku yang sedang hamil belum memungkinkan untuk pindah rumah. Mungkin satu atau dua tahun lagi saya baru hijrah kesana, sambil nyicil untuk mengisi perabot rumah dan renovasi kecil2an. Semoga ini adalah investasi terbaik saya untuk keluarga di masa depan.
Kedua, Investasi Pendidikan. Dulu, setelah lulus S1 saya pernah punya keinginan untuk melanjutkan S2. Namun keinginan itu meredup seiring dengan berjalannya waktu. Meski demikian, saya tetap beranggapan bahwa pendidikan adalah salah satu investasi terbaik untuk masa depan. Sayapun menawarkan istri saya agar dia saja yang melanjutkan kuliah. Kebetulan istri saya yang lulusan D3 ternyata punya keinginan untuk mengambil S1 di UI. Alhamdulillah, akhirnya istriku lolos tes masuk S1 extension di FKM UI pada Agustus 2007. Semoga ilmunya kelak bermanfaat untuk kami dan juga ummat.
Ketiga, Investasi Saham. Pada RUPS GwGuyur diawal tahun 2007, ada rencana untuk pengembangan bisnis dan penawaran pembelian saham terkait dijualnya saham oleh dua orang share holder. Sayapun memberanikan diri membeli kedua saham tersebut dengan melihat cashflow GwGuyur yang cukup positif untuk prospek bisnis kedepan. Bersama GwGuyur, saya sebenarnya sedang belajar bagaimana menjadi seorang enterpreneur. Jadi, dengan menjadi shareholder ini adalah jalan menuju mimpi besar saya menjadi TDA (Tangan Di Atas). Meski nilai saham saya disini relatif kecil, banyak hal yang saya dapatkan dalam dunia bisnis dan franchise melalui GwGuyur ini. Dan melalui Gwguyur juga, saya kenal dengan sebuah komunitas dahsyat yang bernama TDA.
Dengan mengambil tiga jenis investasi tsb, saya harus mulai berhemat dan mulai membidik sumber penghasilan lain. Selain itu saya juga harus menghapus beberapa target untuk membeli kebutuhan konsumtif, seperti mobil misalnya. Itulah resiko yang harus saya ambil. Sebenarnya masih ada satu jenis investasi lagi yang ingin saya ambil, yaitu asuransi syari'ah. Namun melihat kondisi keuangan yang belum memungkinkan, asuransi ini baru akan saya masukkan dalam action list yang harus saya ambil di tahun 2008. Insya Allah..
Saat ini berarti tinggal Ibu Saya dan Cing Salmah yang masih hidup di garis keturunan kakek saya dari ibu. Sedangkan di garis keturunan kakek dari bapak sudah meninggal semua. Terakhir, bapak saya meninggal pada tahun 2003.
Terlepas dari rentetan kisah duka tersebut, saya menyebut tahun 2007 dengan Tahun Investasi. Setidaknya ada 3 keputusan investasi yang saya ambil sepanjang 2007. Pertama, Investasi Rumah. Dimulai dengan memberikan tanda jadi di bulan Juni 2007, akhirnya saya bisa mendapatkan sebuah rumah di Perumahan Bukit Dago, Pamulang melalui KPR. Meski serah terima kunci sudah dilakukan bulan Desember ini, namun sepertinya rumah itu belum bisa saya tempati dalam waktu dekat. Selain jarak yang cukup jauh dengan lokasi kerja (nunggu punya mobil, biar bisa lewat tol.. hehe), kondisi istriku yang sedang hamil belum memungkinkan untuk pindah rumah. Mungkin satu atau dua tahun lagi saya baru hijrah kesana, sambil nyicil untuk mengisi perabot rumah dan renovasi kecil2an. Semoga ini adalah investasi terbaik saya untuk keluarga di masa depan.
Kedua, Investasi Pendidikan. Dulu, setelah lulus S1 saya pernah punya keinginan untuk melanjutkan S2. Namun keinginan itu meredup seiring dengan berjalannya waktu. Meski demikian, saya tetap beranggapan bahwa pendidikan adalah salah satu investasi terbaik untuk masa depan. Sayapun menawarkan istri saya agar dia saja yang melanjutkan kuliah. Kebetulan istri saya yang lulusan D3 ternyata punya keinginan untuk mengambil S1 di UI. Alhamdulillah, akhirnya istriku lolos tes masuk S1 extension di FKM UI pada Agustus 2007. Semoga ilmunya kelak bermanfaat untuk kami dan juga ummat.
Ketiga, Investasi Saham. Pada RUPS GwGuyur diawal tahun 2007, ada rencana untuk pengembangan bisnis dan penawaran pembelian saham terkait dijualnya saham oleh dua orang share holder. Sayapun memberanikan diri membeli kedua saham tersebut dengan melihat cashflow GwGuyur yang cukup positif untuk prospek bisnis kedepan. Bersama GwGuyur, saya sebenarnya sedang belajar bagaimana menjadi seorang enterpreneur. Jadi, dengan menjadi shareholder ini adalah jalan menuju mimpi besar saya menjadi TDA (Tangan Di Atas). Meski nilai saham saya disini relatif kecil, banyak hal yang saya dapatkan dalam dunia bisnis dan franchise melalui GwGuyur ini. Dan melalui Gwguyur juga, saya kenal dengan sebuah komunitas dahsyat yang bernama TDA.
Dengan mengambil tiga jenis investasi tsb, saya harus mulai berhemat dan mulai membidik sumber penghasilan lain. Selain itu saya juga harus menghapus beberapa target untuk membeli kebutuhan konsumtif, seperti mobil misalnya. Itulah resiko yang harus saya ambil. Sebenarnya masih ada satu jenis investasi lagi yang ingin saya ambil, yaitu asuransi syari'ah. Namun melihat kondisi keuangan yang belum memungkinkan, asuransi ini baru akan saya masukkan dalam action list yang harus saya ambil di tahun 2008. Insya Allah..
Thursday, December 27, 2007
Tentang Kista
Sekali lagi saya mendapat pelajaran tentang sabar dan syukur. Bersabar ketika menerima cobaan dalam hidup, dan bersyukur saat mendapatkan kenikmatan hidup..
Sejak awal cek kehamilan oleh Dr. Anita di JMC, dalam perut istri saya terdeteksi adanya kista. Sekitar dua bulan lalu, saat kehamilan istri saya memasuki usia 3 bulan, ukuran kista makin membesar sehingga ada kemungkinan untuk dilakukan operasi pengangkatan kista agar tidak mengganggu pertumbuhan janin. Menurut Dr. Anita, jika kista terus membesar maka akan membahayakan janin dalam rahim. Meski posisinya diluar rahim, kista yang membesar dalam indung telur itu akan "berebut tempat" dalam perut wanita hamil. Pada kondisi janin mulai terdesak inilah kista harus diangkat.
Meski menurut dokter operasi pengangkatan kista tidak membahayakan janin, karena letaknya yang berjauhan, tetap saja kami merasa khawatir. Mendengar kata operasi saja, terbayang oleh saya segala kemungkinan yang bakal terjadi sebagai akibat dari operasi itu. Apalagi menurut dokter kista itu tidak ada obatnya, dan jika terus membesar tidak ada jalan lain selain operasi. Kamipun hanya bisa berdo'a dan berdo'a..
Alhamdulillah.. Hasil cek dokter kemarin, memasuki masa kehamilan 5 bulan ini kandungan istri saya mengalami perkembangan positif. Kista yang ada dalam perut istri saya cenderung mengecil. Artinya, tidak perlu dilakukan operasi pengangkatan kista tsb. Pada bulan keempat sebenarnya sudah mulai mengecil, namun kata dokter saat itu masih perlu dipantau dulu perkembangannya. Jika istri saya merasakan sakit yang terus menerus diperutnya, itu kemungkinan karena kista yang membesar. Sekali lagi, alhamdulillah, selama ini tidak ada keluhan dari istri saya dan kondisinya sehat wal'afiat.
Apa sih kista itu? Kista adalah tumor yang berisi cairan. Pada wanita, kista bisa tumbuh di kelenjar indung telur (ovarium). Ada kista yang timbul di vagina atau bibir kemaluan (misalnya kista kelenjar bartholine ) dan sebagainya. Pada ovarium, kistanya juga bisa bermacam-macam. Ada “kista fungsional”, yang diperlukan tubuh wanita hamil untuk mempertahankan kehamilannya, yang akan menghilang setelah ari-ari terbentuk lengkap (disebut juga kista lutein). Ada kista dermoid, yang berasal dari sisa jaringan embrio (biasanya berisi lemak/tulang/ rambut dan sebagainya).
Ada juga kista endometriosis, yang berisi cairan kecokelatan (kista cokelat), yang terjadi karena tumbuhnya jaringan endometrium di tempat tersebut, dan di pengaruhi oleh hormon estrogen. Masih banyak lagi jenis dari kista ovarium ini.
Pada istri saya, kemungkinan besar kista yang ditemukan adalah kista lutein (kista fungsional) yang tidak memerlukan pengobatan ataupun tindakan operasi.
kehamilan dengan kista, yang bisa dilakukan adalah memantau perkembangan kehamilan sekaligus sambil memantau perkembangan kista, apakah ukurannya bertambah besar atau tidak. Jika bertambah besar, sebaiknya diangkat, tapi jika ukurannya tetap, atau bahkan mengecil, maka hal tersebut tidak apa-apa. Pengangkatan kista pada kehamilan dilakukan bila usia kehamilan telah lebih dari 16 minggu, karena pada usia kehamilan tersebut, plasenta telah terbentuk dengan baik. Karena kista sebetulnya adalah hasil ‘bentukan alami’ dari tubuh, maka proses kontrolnya tergantung pada metabolisme hormonal si empunya kista, tidak ada obat atau hal lain yang bisa memperkecil kista.
Selama masa kehamilan trimester pertama, memang disarankan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu, berkaitan dengan hormon prostaglandin yang terdapat dalam sperma. Hormon ini sering mengakibatkan kontraksi pada rahim, sementara pada saat hamil, rahim lebih mudah berkontraksi. Akibatnya dikuatirkan tempat melekatnya ari-ari akan lebih mudah bergeser dan menyebabkan perdarahan. Memasuki masa trimester kedua akan lebih aman bagi janin untuk melakukan hubungan intim.
Begitulah kira2 seputar kista.. yg saya kutip dari berbagai sumber.
O ya, saat cek USG kemarin, calon Andy Junior tedeteksi laki-laki.. Alhamdulillah.. Semoga prosesnya menuju persalinan nanti lancar dan normal.. Amiin
Sejak awal cek kehamilan oleh Dr. Anita di JMC, dalam perut istri saya terdeteksi adanya kista. Sekitar dua bulan lalu, saat kehamilan istri saya memasuki usia 3 bulan, ukuran kista makin membesar sehingga ada kemungkinan untuk dilakukan operasi pengangkatan kista agar tidak mengganggu pertumbuhan janin. Menurut Dr. Anita, jika kista terus membesar maka akan membahayakan janin dalam rahim. Meski posisinya diluar rahim, kista yang membesar dalam indung telur itu akan "berebut tempat" dalam perut wanita hamil. Pada kondisi janin mulai terdesak inilah kista harus diangkat.
Meski menurut dokter operasi pengangkatan kista tidak membahayakan janin, karena letaknya yang berjauhan, tetap saja kami merasa khawatir. Mendengar kata operasi saja, terbayang oleh saya segala kemungkinan yang bakal terjadi sebagai akibat dari operasi itu. Apalagi menurut dokter kista itu tidak ada obatnya, dan jika terus membesar tidak ada jalan lain selain operasi. Kamipun hanya bisa berdo'a dan berdo'a..
Alhamdulillah.. Hasil cek dokter kemarin, memasuki masa kehamilan 5 bulan ini kandungan istri saya mengalami perkembangan positif. Kista yang ada dalam perut istri saya cenderung mengecil. Artinya, tidak perlu dilakukan operasi pengangkatan kista tsb. Pada bulan keempat sebenarnya sudah mulai mengecil, namun kata dokter saat itu masih perlu dipantau dulu perkembangannya. Jika istri saya merasakan sakit yang terus menerus diperutnya, itu kemungkinan karena kista yang membesar. Sekali lagi, alhamdulillah, selama ini tidak ada keluhan dari istri saya dan kondisinya sehat wal'afiat.
Apa sih kista itu? Kista adalah tumor yang berisi cairan. Pada wanita, kista bisa tumbuh di kelenjar indung telur (ovarium). Ada kista yang timbul di vagina atau bibir kemaluan (misalnya kista kelenjar bartholine ) dan sebagainya. Pada ovarium, kistanya juga bisa bermacam-macam. Ada “kista fungsional”, yang diperlukan tubuh wanita hamil untuk mempertahankan kehamilannya, yang akan menghilang setelah ari-ari terbentuk lengkap (disebut juga kista lutein). Ada kista dermoid, yang berasal dari sisa jaringan embrio (biasanya berisi lemak/tulang/ rambut dan sebagainya).
Ada juga kista endometriosis, yang berisi cairan kecokelatan (kista cokelat), yang terjadi karena tumbuhnya jaringan endometrium di tempat tersebut, dan di pengaruhi oleh hormon estrogen. Masih banyak lagi jenis dari kista ovarium ini.
Pada istri saya, kemungkinan besar kista yang ditemukan adalah kista lutein (kista fungsional) yang tidak memerlukan pengobatan ataupun tindakan operasi.
kehamilan dengan kista, yang bisa dilakukan adalah memantau perkembangan kehamilan sekaligus sambil memantau perkembangan kista, apakah ukurannya bertambah besar atau tidak. Jika bertambah besar, sebaiknya diangkat, tapi jika ukurannya tetap, atau bahkan mengecil, maka hal tersebut tidak apa-apa. Pengangkatan kista pada kehamilan dilakukan bila usia kehamilan telah lebih dari 16 minggu, karena pada usia kehamilan tersebut, plasenta telah terbentuk dengan baik. Karena kista sebetulnya adalah hasil ‘bentukan alami’ dari tubuh, maka proses kontrolnya tergantung pada metabolisme hormonal si empunya kista, tidak ada obat atau hal lain yang bisa memperkecil kista.
Selama masa kehamilan trimester pertama, memang disarankan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu, berkaitan dengan hormon prostaglandin yang terdapat dalam sperma. Hormon ini sering mengakibatkan kontraksi pada rahim, sementara pada saat hamil, rahim lebih mudah berkontraksi. Akibatnya dikuatirkan tempat melekatnya ari-ari akan lebih mudah bergeser dan menyebabkan perdarahan. Memasuki masa trimester kedua akan lebih aman bagi janin untuk melakukan hubungan intim.
Begitulah kira2 seputar kista.. yg saya kutip dari berbagai sumber.
O ya, saat cek USG kemarin, calon Andy Junior tedeteksi laki-laki.. Alhamdulillah.. Semoga prosesnya menuju persalinan nanti lancar dan normal.. Amiin
Wednesday, December 26, 2007
Kekuatan Koneksi dan Jaringan

Berawal dari tawaran seorang teman untuk membantu menjual bukunya di Gedung Cyber, tempat saya bekerja. Alhamdulillah, ternyata responnya cukup luar biasa. Padahal saya "hanya" mengirim email ke sebuah milis muslim di komunitas kerja saya. Ternyata dari situ banyak yang FW email saya ke teman2nya. Judul bukunya "Atlas Al Qur'an Untuk Anak : Kisah Perjalanan Nabi & Rasul" penerbit Rumah Pijar. Berikut petikan emailnya:
===
Assalamu'alaykum Wr Wb,
Bersama ini diluncurkan buku baru tentang kisah 25 Nabi. Buku dengan Hardcover ini terdiri dari 64 halaman dengan kualitas kertas terbaik. Diterbitkan oleh : Rumah Pijar.
Buku cerita kisah 25 Rasul ini bergambar dan berwarna sehingga mempermudah bagi anak-anak untuk memahami jalan cerita serta mengingatnya. Dirumuskan oleh 3 penulis muda, Mansur Oka Usmani (penulis Airlangga), Setya Bhawono, Zuhriyah Hidayati.
Mohon maaf, harganya agak mahal mengingat kualitas bahan.
Bila ada yang berminat silakan contact Japri, Harga : Rp. 85.000,- (Sebagian keuntungan untuk infak musholla Al Barokah)
Bisa cash/transfer.
Saat ini sudah masuk Gramedia dengan Harga Rp. 98.800,-
Semoga berguna bagi anak-anak, keponakan dan saudara2 kita dalam memperdalam sejarah para Rasul Allah.
Wassalam,
Andy
===
Memang stoknya tidak banyak, hanya 7 buah buku. Mungkin karena harga jual bukunya cukup mahal (Rp. 85.000) meski dibawah harga gramedia (Rp. 98.800). Alhamdulillah, dihari pertama promosi email saya langsung terjual 7 buku. Dan dihari kedua sudah ada yg pesan 8 buku (menunggu stok datang). HP saya juga banyak masuk sms dan call yang minta diantar karena lokasinya cukup jauh dari tempat kerja saya. Dan sebagai pedagang (meski kecil2an), peluang ini mesti difollow up.. :) Anda tertarik dengan buku ini? Info detail bisa klik http://barokahbookstore.blogspot.com
Inilah kekuatan sebuah koneksi, yang kemudian terbangun menjadi jaringan.. Jaringan besar yang terbangun melalui milis-milis kecil..
Subscribe to:
Posts (Atom)