Alhamdulillah.. Kepercayaan yang terus tumbuh dari para bikers kepada GwGuyur semakin menambah keyakinan GwGuyur untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Disisi yang lain, trust factor tersebut juga menarik perhatian kalangan media untuk menengok lebih dekat sepak terjang GwGuyur.
Belum lama ini, pada edisi Maret 2008, Majalah Wirausaha dan Keuangan (WK) menulis GWGuyur sebanyak 2 halaman penuh dalam kolom "Advertorial" dan "Peluang Bisnis". Penghargaan juga datang dari Majalah Duit. Dalam edisi terbaru, April 2008, GwGuyur masuk dalam Top 100 Franchise Paling Gress 2008 versi Majalah Duit.
Dalam usianya yang belum genap 2 tahun, liputan media terhadap perjalanan GwGuyur turut menambah percepatan langkah GwGuyur sebagai market leader dalam bisnis perawatan motor. Diantara media yang pernah mengangkat GwGuyur sebagai fenomena bisnis yang semakin diakui eksistensinya adalah Tabloid Kontan, Majalah Pengusaha dan beberapa media online. Sebagian tulisan tersebut kami abadikan sebagai bentuk apresiasi GwGuyur pada media tersebut dan bisa dilihat di website GwGuyur.
Salam GwGuyur.. !!
Friday, April 4, 2008
Friday, March 28, 2008
Silaturahim On Weekend
Beberapa pekan terakhir ini, ada agenda baru saat memasuki weekend. Yup, mengantarkan buku! Sejak membuka toko buku online kecil2an, Barokah Book Store, alhamdulillah.. ada saja pesanan yang minta diantar langsung ke rumah atau kantornya. Mengapa weekend alias sabtu-ahad? karena senin-jum'at saya harus bekerja dengan status saya sebagai TDB. Untuk lokasi Jabodetabek, sebisa mungkin saya deliver langsung ke buku yang dipesan ke lokasi yang masih available untuk diantar. Tentunya bukan sekedar mengantar buku, tetapi sekaligus menjalin tali silaturahim.
Pekan lalu, saya silaturahim ke daerah Bintaro, tepatnya Mahagony Park. Pak Amru, si tuan rumah memesan paket buku untuk anak muslim (4 buku) untuk anak satu2nya. Tadinya, saya mengira anak Pak Amru yang dibelikan buku berusia sekitar 5-10 tahun. Biasanya anak2 pada usia tersebut memang sedang gemar2nya membaca. Ternyata, usia anak Pak Amru baru berusia 1 tahun. Subhanallah, betapa besar perhatian Pak Amru kepada anaknya. Di awal masa pertumbuhannya, Pak Amru dan istri, sudah mendidik anak sejak dini dengan membacakan berbagai kisah dari buku2 tsb.
Dari Pak Amru kemudian saya mendapat masukan tentang acara2 pengajian di Musholla Al Barokah Gedung Cyber. Beliau ternyata member milis musholla, yang dari milis itu juga beliau membaca email promosi buku saya. Input dari Pak Amru adalah agar Al Barokah mengadakan acara pengajian diluar jam kantor, seperti Sabtu atau Ahad. Selama ini kita seringkali memang menggelar acara saat jam istirahat kantor (ba'da zhuhur), sehingga mereka yang berada diluar Cyber mengalami kendala untuk ikut serta.
Sebelum pamit, saya menanyakan alamat teman kantor yg lokasinya tidak jauh dari rumah Pak Amru. Alhamdulillah, hanya sekitar 500 meter, saya melanjutkan silaturahim ke rumah Pak Rosyid, teman kantor yg baru saja dikaruniai putri pertamanya. Selamat menjadi ayah, Pak Rosyid.. :)
Silaturahim memang indah sekaligus membawa berkah..
Pekan lalu, saya silaturahim ke daerah Bintaro, tepatnya Mahagony Park. Pak Amru, si tuan rumah memesan paket buku untuk anak muslim (4 buku) untuk anak satu2nya. Tadinya, saya mengira anak Pak Amru yang dibelikan buku berusia sekitar 5-10 tahun. Biasanya anak2 pada usia tersebut memang sedang gemar2nya membaca. Ternyata, usia anak Pak Amru baru berusia 1 tahun. Subhanallah, betapa besar perhatian Pak Amru kepada anaknya. Di awal masa pertumbuhannya, Pak Amru dan istri, sudah mendidik anak sejak dini dengan membacakan berbagai kisah dari buku2 tsb.
Dari Pak Amru kemudian saya mendapat masukan tentang acara2 pengajian di Musholla Al Barokah Gedung Cyber. Beliau ternyata member milis musholla, yang dari milis itu juga beliau membaca email promosi buku saya. Input dari Pak Amru adalah agar Al Barokah mengadakan acara pengajian diluar jam kantor, seperti Sabtu atau Ahad. Selama ini kita seringkali memang menggelar acara saat jam istirahat kantor (ba'da zhuhur), sehingga mereka yang berada diluar Cyber mengalami kendala untuk ikut serta.
Sebelum pamit, saya menanyakan alamat teman kantor yg lokasinya tidak jauh dari rumah Pak Amru. Alhamdulillah, hanya sekitar 500 meter, saya melanjutkan silaturahim ke rumah Pak Rosyid, teman kantor yg baru saja dikaruniai putri pertamanya. Selamat menjadi ayah, Pak Rosyid.. :)
Silaturahim memang indah sekaligus membawa berkah..
Wednesday, March 26, 2008
Nyang Penting Pelototin Amplopnye...!!!
Nice story.. Mengingatkan kita untuk tetap fokus pada apa yang ingin kita raih..
====
"Byuuuuuuuuuuur!!!"
Untuk belasan kalinya bocah yang berbeda gagal dan nyebur ke dalam sungai. Sejenak tubuh mereka seolah ditelan oleh coklatnya kalimalang. Tak berapa lama kepala mereka tanpak menyembul, berenang-renang ketepian sungai, kemudian berdiri bersama yang lain menggigil kedinginan diatas lumpur yang sudah mengering. Meskipun tidak semeriah mula-mula, penonton kembali tertawa. Mungkin mereka mulai agak bosan, apalagi adegan ini sudah tidak terlalu lucu lagi, untuk kesekian kalinya bocah-bocah ini gagal. Tugas bocah-bocah ini sepintas sederhana, berjalan diatas bambu yang dilumuri oil, yang ujungnya digantungi sekumpulan amplop berisi uang. Pertunjukan biasa disaat perayaan tujuhbelasan.
Tak berapa lama tampilah seorang pria gempal berkumis tebal, berkulit hitam. Setahu ku si bapak sudah mengamati peristiwa ini cukup lama. Tersirat ketidaksabaran pada dahinya yang berkerut. Dengan celana bahan tergulung sebagian, bersendal jepit dan mengenakan topi tak bercaping, bertuliskan FBR, Ia berjongkok dipinggir kali. Tangannya memberi kode dan memanggil bocah-bocah tersebut. Rupanya 'Boss Besar' ingin bicara. Sambil menunjuk kearah amplop-amplop itu ia berteriak, "Bambunya nggak usah ente liatin, nyang penting no …amplopnye, pelototin amplopnye aje, ..inget amplopnye..!!! Pasti elu nyampe !!!
Pengarahan yang singkat, padat dan sederhana. Aku pikir ia akan memberitahu jurus-jurus rahasia, tapi ternyata tidak. There's no tricks, only simple tips ! Sejenak aku merenung. Betapa benar ucapannya. Kata-kata yang nyaris sama pernah kubaca disebuah buku luar biasa. Dr. Norman Vincent Peale dalam bukunya The Power of Positif Thinking, pernah bertutur sebuah cerita yang lebih kurang sama dengan adegan tujuh belasan ala Kalimalang diatas. Seorang pesenam yang nampak ketakutan berjalan diatas palang-palang, mendapat tips sederhana dari pelatihnya. "Lemparkan hatimu kepalang itu, maka tubuhmu akan mengikutinya". Hampir pasti Bapak "FBR" ini tidak pernah mendengar kata-kata "The Power of Positive Thinking" apalagi mendengar nama Dr. Norman Vincent Peale, tetapi kebijakan hidup yang sama rupanya telah diturunkan dari generasi kegenerasi. *Tanpa memandang ras, latar belakang dan apapun juga. Hidup tanpaknya selalu dengan senang hati membuka rahasia, kepada mereka yang mau mendengarkannya*. Memang ketika kita berfokus pada tujuan hidup, maka kita akan mampu melewati apapun halangan dan rintangan yang seolah menggagalkan langkah kita. Demikian hebatnya kekuatan fokus manusia yang kemudian dikuatkan rasa percaya diri, hingga kita menjadi mudah melalui perapian yang menyala-nyala. Tanpa ilmu apapun. Seorang ibu yang demikian terfokus atas keselamatan bayinya, dengan reflek mengangkat mobil yang melindas sang bayi. *Keep on your focus, let a miracle of live handle the rest !!!*
Sedikit meneruskan adegan tujuhbelasan diKalimalang. Setelah mendapat pengarahan dari 'Boss Besar' puluhan amplop yang bergantungan itu telah berkurang banyak jumlahnya. Bocah-bocah sungai ini berhasil mendapatkan upah dari kehidupan dengan menerapkan nasehat sederhana.
"Bambunya nggak usah ente liatin, nyang penting no …amplopnye, pelototin amplopnye aje, ..inget amplopnye..!!! Pasti elu nyampe !!!"
Source: Milis TDA
====
"Byuuuuuuuuuuur!!!"
Untuk belasan kalinya bocah yang berbeda gagal dan nyebur ke dalam sungai. Sejenak tubuh mereka seolah ditelan oleh coklatnya kalimalang. Tak berapa lama kepala mereka tanpak menyembul, berenang-renang ketepian sungai, kemudian berdiri bersama yang lain menggigil kedinginan diatas lumpur yang sudah mengering. Meskipun tidak semeriah mula-mula, penonton kembali tertawa. Mungkin mereka mulai agak bosan, apalagi adegan ini sudah tidak terlalu lucu lagi, untuk kesekian kalinya bocah-bocah ini gagal. Tugas bocah-bocah ini sepintas sederhana, berjalan diatas bambu yang dilumuri oil, yang ujungnya digantungi sekumpulan amplop berisi uang. Pertunjukan biasa disaat perayaan tujuhbelasan.
Tak berapa lama tampilah seorang pria gempal berkumis tebal, berkulit hitam. Setahu ku si bapak sudah mengamati peristiwa ini cukup lama. Tersirat ketidaksabaran pada dahinya yang berkerut. Dengan celana bahan tergulung sebagian, bersendal jepit dan mengenakan topi tak bercaping, bertuliskan FBR, Ia berjongkok dipinggir kali. Tangannya memberi kode dan memanggil bocah-bocah tersebut. Rupanya 'Boss Besar' ingin bicara. Sambil menunjuk kearah amplop-amplop itu ia berteriak, "Bambunya nggak usah ente liatin, nyang penting no …amplopnye, pelototin amplopnye aje, ..inget amplopnye..!!! Pasti elu nyampe !!!
Pengarahan yang singkat, padat dan sederhana. Aku pikir ia akan memberitahu jurus-jurus rahasia, tapi ternyata tidak. There's no tricks, only simple tips ! Sejenak aku merenung. Betapa benar ucapannya. Kata-kata yang nyaris sama pernah kubaca disebuah buku luar biasa. Dr. Norman Vincent Peale dalam bukunya The Power of Positif Thinking, pernah bertutur sebuah cerita yang lebih kurang sama dengan adegan tujuh belasan ala Kalimalang diatas. Seorang pesenam yang nampak ketakutan berjalan diatas palang-palang, mendapat tips sederhana dari pelatihnya. "Lemparkan hatimu kepalang itu, maka tubuhmu akan mengikutinya". Hampir pasti Bapak "FBR" ini tidak pernah mendengar kata-kata "The Power of Positive Thinking" apalagi mendengar nama Dr. Norman Vincent Peale, tetapi kebijakan hidup yang sama rupanya telah diturunkan dari generasi kegenerasi. *Tanpa memandang ras, latar belakang dan apapun juga. Hidup tanpaknya selalu dengan senang hati membuka rahasia, kepada mereka yang mau mendengarkannya*. Memang ketika kita berfokus pada tujuan hidup, maka kita akan mampu melewati apapun halangan dan rintangan yang seolah menggagalkan langkah kita. Demikian hebatnya kekuatan fokus manusia yang kemudian dikuatkan rasa percaya diri, hingga kita menjadi mudah melalui perapian yang menyala-nyala. Tanpa ilmu apapun. Seorang ibu yang demikian terfokus atas keselamatan bayinya, dengan reflek mengangkat mobil yang melindas sang bayi. *Keep on your focus, let a miracle of live handle the rest !!!*
Sedikit meneruskan adegan tujuhbelasan diKalimalang. Setelah mendapat pengarahan dari 'Boss Besar' puluhan amplop yang bergantungan itu telah berkurang banyak jumlahnya. Bocah-bocah sungai ini berhasil mendapatkan upah dari kehidupan dengan menerapkan nasehat sederhana.
"Bambunya nggak usah ente liatin, nyang penting no …amplopnye, pelototin amplopnye aje, ..inget amplopnye..!!! Pasti elu nyampe !!!"
Source: Milis TDA
Thursday, March 6, 2008
5 Prinsip Membangun Keluarga SAMARA
Kajian rutin tafsir al Qur'an di Al Barokah - Cyber pekan ini oleh KH. Abdul Hasib Hasan, Lc. membahas tentang Surat Ar Ruum : 21. Ayat ini identik dengan pernikahan dan segala pernak perniknya..
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Ruum : 21).
Ada 5 prinsip yang harus dilakukan untuk mencapai rasa tenteram, kasih dan sayang dalam rumah tangga:
1. Sikap yang santun dan bijak (Mu’asyarah bil Ma’ruf)
Merawat cinta kasih dalam keluarga ibaratnya seperti merawat tanaman, maka pernikahan dan cinta kasih harus juga dirawat agar tumbuh subur dan indah, diantaranya dengan mu’asyarah bil ma’ruf. Rasulullah saw menyatakan bahwa : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya, dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik terhadap isteriku.” (HR.Thabrani & Tirmidzi)
2. Saling mengingatkan dalam kebaikan
Di antara bentuk ketakwaan suami istri dalam mempererat serta mengokohkan rumah tangga adalah dengan saling nasehat menasehati untuk menjalankan sunnah Nabi. Lihat dan renungkanlah betapa indah dan harmonisnya rumah tangga yang dibangun diatas Al-Qur’an dan sunnah serta metode para sahabat yang telah digambarkan oleh Nabi dalam haditsnya,
"Allah merahmati seorang suami yang bangun pada malam hari untuk melaksanakan shalat (malam/tahajjud) lalu dia juga membangunkan istrinya hingga shalat. Jika istrinya enggan untuk bangun dia percikan air kewajahnya. Dan Allah merahmati seorang istri yang bangun dimalam hari untuk melaksanakan shalat (malam/tahajjud) lalu dia membangunkan suaminya hingga shalat. Jika suaminya enggan untuk bangun dia percikan air kewajahnya" (HR. Ahmad, Nasai, dan Ibnu Majah dan derajatnya hasan shohih).
3. Lebih mengutamakan untuk melaksanakan kewajiban, daripada menuntut hak
Dalam membangun rumah tangga, suami dan istri memiliki hak dan kewajiban yang saling sinergi satu sama lain. Untuk menghadirkan ketentraman, hendaknya setiap individu lebih mengedepankan kewajiban daripada hak. Hal ini akan menumbuhkan sikap saling pengertian dan rasa tanggung jawab. Sebaliknya, tuntutan2 yang muncul dalam kehidupan rumahtangga dapat menyulut api perpecahan diantara pasangan suami-istri.
4. Saling menutupi kekurangan pasangannya
Setiap suami pasti memiliki kekurangan, begitu juga dengan sang istri. Kekurangan2 tsb sangat mungkin baru diketahui oleh pasangan masing2 setelah menikah. Dengan saling menutupi kekurangan diri masing2, harmonisasi dalam rumahtangga akan terjaga. Tidak seperti seleb yang saling mengungkapkan aib pasangannya ke pihak lain, yang kemudian berakhir dengan perceraian. Prinsip saling menutupi ini didasari oleh Surat Al Baqarah ayat 187, "..mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka..". Fungsi pakaian adalah menutup aurat, sehingga dapat dipahami bahwa suami-istri hendaknya saling menutupi kekurangannya satu sama lain.
5. Saling tolong menolong
Tolong menolong. Itulah kata kunci pasangan samara dalam mengelola keluarga. Suami-istri itu akan berbagi peran dan tanggung jawab dalam mengelola keluarga mereka. Sungguh indah gambaran pasangan suami-istri yang seperti ini. Suaminya penuh rasa tanggung jawab, istrinya mampu menjaga kehormatan diri dan pandai menempatkan diri.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Ruum : 21).
Ada 5 prinsip yang harus dilakukan untuk mencapai rasa tenteram, kasih dan sayang dalam rumah tangga:
1. Sikap yang santun dan bijak (Mu’asyarah bil Ma’ruf)
Merawat cinta kasih dalam keluarga ibaratnya seperti merawat tanaman, maka pernikahan dan cinta kasih harus juga dirawat agar tumbuh subur dan indah, diantaranya dengan mu’asyarah bil ma’ruf. Rasulullah saw menyatakan bahwa : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya, dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik terhadap isteriku.” (HR.Thabrani & Tirmidzi)
2. Saling mengingatkan dalam kebaikan
Di antara bentuk ketakwaan suami istri dalam mempererat serta mengokohkan rumah tangga adalah dengan saling nasehat menasehati untuk menjalankan sunnah Nabi. Lihat dan renungkanlah betapa indah dan harmonisnya rumah tangga yang dibangun diatas Al-Qur’an dan sunnah serta metode para sahabat yang telah digambarkan oleh Nabi dalam haditsnya,
"Allah merahmati seorang suami yang bangun pada malam hari untuk melaksanakan shalat (malam/tahajjud) lalu dia juga membangunkan istrinya hingga shalat. Jika istrinya enggan untuk bangun dia percikan air kewajahnya. Dan Allah merahmati seorang istri yang bangun dimalam hari untuk melaksanakan shalat (malam/tahajjud) lalu dia membangunkan suaminya hingga shalat. Jika suaminya enggan untuk bangun dia percikan air kewajahnya" (HR. Ahmad, Nasai, dan Ibnu Majah dan derajatnya hasan shohih).
3. Lebih mengutamakan untuk melaksanakan kewajiban, daripada menuntut hak
Dalam membangun rumah tangga, suami dan istri memiliki hak dan kewajiban yang saling sinergi satu sama lain. Untuk menghadirkan ketentraman, hendaknya setiap individu lebih mengedepankan kewajiban daripada hak. Hal ini akan menumbuhkan sikap saling pengertian dan rasa tanggung jawab. Sebaliknya, tuntutan2 yang muncul dalam kehidupan rumahtangga dapat menyulut api perpecahan diantara pasangan suami-istri.
4. Saling menutupi kekurangan pasangannya
Setiap suami pasti memiliki kekurangan, begitu juga dengan sang istri. Kekurangan2 tsb sangat mungkin baru diketahui oleh pasangan masing2 setelah menikah. Dengan saling menutupi kekurangan diri masing2, harmonisasi dalam rumahtangga akan terjaga. Tidak seperti seleb yang saling mengungkapkan aib pasangannya ke pihak lain, yang kemudian berakhir dengan perceraian. Prinsip saling menutupi ini didasari oleh Surat Al Baqarah ayat 187, "..mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka..". Fungsi pakaian adalah menutup aurat, sehingga dapat dipahami bahwa suami-istri hendaknya saling menutupi kekurangannya satu sama lain.
5. Saling tolong menolong
Tolong menolong. Itulah kata kunci pasangan samara dalam mengelola keluarga. Suami-istri itu akan berbagi peran dan tanggung jawab dalam mengelola keluarga mereka. Sungguh indah gambaran pasangan suami-istri yang seperti ini. Suaminya penuh rasa tanggung jawab, istrinya mampu menjaga kehormatan diri dan pandai menempatkan diri.
Saturday, March 1, 2008
Berubah Untuk Beruntung
Khutbah Jum'at di Cyber kemarin terasa spesial dengan kehadiran Ketua MPR, DR. Hidayat Nurwahid. Pak Dayat, demikian beliau biasa dipanggil, menyampaikan khutbah dengan bahasanya yang khas: cepat, padat dan berisi. Intonasinya yang cepat, menuntut kita untuk serius menyimak kata demi kata yang keluar dari lisannya. Dalam khutbahnya, Pak Dayat menekankan tentang urgensi perubahan bagi seorang muslim. Perubahan untuk menjadi muslim yang lebih baik. Baik dari sisi ilmu, iman dan amal. Sebagaimana Rasulullâh pernah menyampaikan: “Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, beruntunglah ia. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, merugilah ia. Dan barang siapa yang hari ini lebih jelek daripada hari kemarin, celakalah ia.”
Untuk menjadi orang yang beruntung dan tidak merugi, Pak Dayat memberi resep Surat Al 'Asr. Ayat-ayat dalam surat ini singkat, namun maknanya sangat mendalam. Bahkan menurut Imam Syafi'i, seandainya Al Qur'an hanya berisikan Surat Al 'Asr, niscaya hal itu sudah cukup. Hal ini menegaskan betapa kandungan surat ini sangat normatif, aplikatif sekaligus konprehensif.
waal'ashri
[103:1] Demi masa.
inna al-insaana lafii khusrin
[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
illaa alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati watawaasaw bialhaqqi watawaasaw bialshshabri
[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Thursday, February 14, 2008
Membangun Kehidupan Finansial
Bagaimana kita memulai membangun kehidupan financial kita?
Berikut tips dari Ustadz Anis Matta..
Pertama, perbaiki ide kita tentang uang. Ide itu adalah wilayah kemungkinan, “space of possibility”. Semua yang menjadi mungkin dalam ide kita pasti akan menjadi mungkin dalam realita. Ide itu adalah tempat penciptaan pertama sedangkan realitas itu adalah tempat penciptaan kedua. Jadi tidak ada realitas yang terjadi dalam kehidupan ini tanpa sebelumnya tercipta pertama kali dalam ide- ide kita. Sebelum pesawat terbang itu di ciptakan yang pertama kali dahulu adalah ide bagaimana manusia dapat terbang seperti burung. Jadi begitu sesuatu jadi mungkin dalam ide kita, ia bisa menjadi mungkin dalam kenyataan.
Sekarang perbaikilah ide- ide kita tentang uang. Belajarlah utuk mempunyai mimpi besar tentang uang. Belajarlah untuk membuat daftar rencana, Insya Allah ketika saya meninggal nanti saya mewariskan sekian banyak uang. Buatlah step ide ini luas. Karena kalau space of possibility kita ini luas maka space of reality kita jadi luas. Kalau kita lihat mobil, belajarlah mempunyai selera yang bagus.
Supaya ide- ide ini tumbuh dengan baik kita perlu dari sekarang membaca sebuah buku tentang uang. Bacalah buku diantaranya The Millionaire Mind, ada dua buku yang ditulis oleh penulis yang sama karena ini adalah risetnya. Selanjutnya The Millionaire Dead. Ini adalah penelitian yang dilakukan terhadap cara berpikir orang- orang kaya yang ada di Amerika. Kemudian buku One Minute Millionaire (Bagaimana menjadi Milliuner dalam 1 menit) dan ini juga punya website, kita bisa masuk websitenya, mereka punya psikotest kalau kita ingin mengetahui apakah kita punya talenta jadi orang kaya atau tidak.
Alamat websitenya www.oneminutemillionaire.com. Buku yang ketiga adalah semua buku Robert T Kiyosaki. Yang ke-4 ini buku lama tapi termasuk buku- buku awal yang dibaca orang tentang uang yaitu buku yang ditulis oleh Napoleon Hill, Think and Grow Rich, Berfikir dan menjadi Kaya. Buku terakhir ini adalah buku yang sangat lama karena diterbitkan pada tahun 80-an dan ditulis tahun 70-an, tapi menurut saya rasa masih masih relevan untuk dibaca. Ini buku- buku dasar semuanya bagi pemula. Dan saya rasa penting juga untuk mendapatkan landasan syar’I yang bagus tentang hal ini apabila kita baca juga buku yang ditulis oleh syeikh Yusuf Qordlowi tentang nilai- nilai moral dalam ekonomi Islam.
Perbaiki dahulu ide kita tentang uang, perbaiki tsaqafah tentang uang dan mulailah mempunyai mimpi besar untuk menjadi orang kaya, supaya kita Insya Allah naik derajatnya dari amil zakat menjadi muzakki. Supaya kita datang kepada orang jangan lagi bawa proposal, itu yang benar. Sering- seringlah ke tempat- tempat mewah, jalan-jalan saja untuk memperbaiki selera.
Saya punya 1 halaqah yang terdiri dari anak- anak LIPIA. Mereka datangnya dari kampong, dari pesantren semuanya. Saya tahu mereka membawa background, di backmindnya itu ada psikologi orang kampung yang tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya. Saya Tanya kamu nanti setelah selesai dari LIPIA mau kemana? Mereka bilang Insya Allah kita mau pulang ke kampung mengajar ma’had, mengajar bahasa Arab. Suatu hari saya ajak mereka, hari ini tidak liqa’, tetapi saya tunggu kalian di Hotel Mulia. Saya ada di suatu tempat dan mereka tidak melihat saya. Saya suruh mereka berdiri di lobby. Mereka datang pakai ransel karena mahasiswa datang pakai ransel, diperiksa lama oleh security, karena penampilannya sebagai orang miskin dicurigai membawa bom. Saya lihat dari atas. Itu masalah strata, kalau antum datang pakai jas dan dasitidak ada yang periksa antum di ditu, karena yang datang pakai ransel tampang kumuh.
Kemudian mereka bertanya dimana antum ustadz, saya bilang antum tunggu saja disitu. Saya dekat mereka tapi mereka tidak bisa melihat, saya hanya memperhatikan apa yang mereka lakukan. Kira- kira 2 jam mereka saya suruh di situ, mondar- mandir di lobby. Minggu depan saya Tanya apa yang antum lihat disana. Orang lalu lalang, jawab mereka.
Saya Tanya, pertama, apakah ada satu orang yang lalu lalang yang antum lihat yang mukanya jelek, dia bilang tidak ada. Semuanya ganteng- ganteng semuanya cantik- cantik. Jadi ada korelasi antara wajah dan kekayaan. Makin kaya seseorang makin baik wajahnya. Kedua, ada tidak yang memakai pakaian yang tidak rapi kecuali antum. Dia bilang tidak ada, semuanya rapi. Jadi dengan latihan seperti ini pikirannya sedikit mulai terbuka. Karena ia membawa bibit dalam pikirannya untuk menjadi orang miskin. Sekarang Alhamdulillah mereka bertiga sekarang ini sedang kuliah di UI ambil S2 Ekonomi Islam.
Ikhwah sekalian jadi kita perbaiki insting kita. Pertama kali kita perbaiki tsaqafah kita. Jadi hadirkan buku- buku itu kedalam rumah dan mulai dari sekarang anak- anak kita juga mulai di ajari tentang uang. Ikutilah kursus- kursus tentang entrepreneurship supaya kita dapat memperbaiki dulu citra kita tentang uang.
Kedua, menyiapkan diri untuk menjadi kaya. Orang- orang kaya yang bijak itu mempunyai nasehat yang bagus, mereka mengatakan “sebelum anda menjadi kaya latihanlah terlebih dahulu menjadi kaya”. Hiduplah dengan hidup gaya orang kaya. Orang kaya itu optimis. Bagi orang kaya biasanya tidak ada yang susah. Bagi mereka semuanya mungkin, karena itu mereka selalu optimis. Jadi yang harus dihilangkan dari kita adalah pesimis. Saya punya seorang teman sekarang jadi kaya, dia datang ke Jakarta hanya sebagai pelatih karate dan tidak ada duitnya, tapi supaya tidak ketahuan oleh istrinya bahwa dia tidak punya pekerjaan, setiap habis sholat subuh dia pergi lari olahraga, setelah itu dia memakai pakaian rapi lalu keluar rumah. Dia juga tidak tahu mau kemana yang penting keluar rumah. Istrinya tidak tahu kalau dia tidak punya pekerjaan. Nanti dijalan baru ditentukan siapa yang dia temui hari ini.
Langkah pertama perbaiki dahulu sirkulasi darah kita, olahraga dulu, supaya wajah segar makan yang banyak. Banyaklah makan yang enak, daging. Sering- seringlah makan yang enak.
Menurut Utsman bin Affan makanan paling enak itu adalah kambing muda. Setiap hari mereka makan kambing muda. Makan yang enak, olah raga yang bagus supaya wajah kita berseri. Syeikh Muhammad Al- Ghozali dalam kitab Jaddid Hayataka mengatakan kenapa orang-orang Barat itu pipinya merah, karena sirkulasi darahnya bagus, gizinya bagus. Sedangkan kita orang- orang Timur kalau ketemu itu auranya pesimis, tidak ada harapan. Biasakanlah kalau orang ketemu kita ada harapan yang terlihat, makanya kalau pilih warna baju pilihlah yang cerah- cerah.
Ibnu Taimiyah mengatakan ada hubungan antara madzhab dan batin kita, pakaian apa yang kita pakai itu mempengaruhi kondisi kejiwaan kita. Jangan pakai pakaian orang tua. Ada anak umur 25 tahun pakaiannya pakaian orang tua, bagaimana nanti kalau umurnya 50 tahun pakaiannya seperti apa. Tampillah sebagai anak muda.
Cukur rambut yang bagusbagus, cukur kumis yang rapi janggut dirapikan. Rapi, supaya kita kelihatan ada optimisme. Belajarlah sedikit latihan menatap supaya sorotan mata kita kuat, perlu sedikit latihan menatap. Misalnya di pagi hariatau sore hari menjelang matahari terbenam, antum tatap matahari dan tidak berkedip matanya. Kalau bisa antum bertahan 1 menit itu bagus. Latihan saja sendiri. Di dalam kamar ambil lilin, matikan lampu, antum tatap lilin dan matanya tidak berkedip dan tidak berarir. Nanti kalau sudah terbiasa pandangan matanya kuat. Jadi kalau olahraga teratur, sirkulasi udara bagus, pikiran jadi segar, tsaqafah kita bertambah mulai memakai pakaian yang cerah- cerah. Makanya Rasulullah itu senangnya memakai baju putih. Jangan pakai yang gelap- gelap atau warna yang tidak menunjukkan semangat hidup. Jangan juga berpenampilan seperti orang tua. Sekadar untuk menunjukkan kita ini kelompok orang- orang shaleh kita pakai baju taqwa, itu pakaian orang Cina.
Pakailah baju yang segar agar dapat menunjukkan bahwa kita ada semangat. Walaupun anda sudah berumur pun tetap pakai pakaian yang muda, jangan berpenampilan tua. Artinya kita harus merendahkan diri, sebab uban tanpa diundang dia akan datang. Jadi tidak perlu menua- nuakan diri dengan sekadar tampil kelihatan dewasa, tua, bijak. Tampillah sebagai anak muda yang gesit dan optimis.
Ketiga, bergaullah dengan orang- orang kaya, perbanyak teman- teman antum dari kalangan tersebut. Ini tidak bertentangan dengan hadits yang mengatakan bahwa bab rezeki lihatlah kepada yang dibawah dan jangan lihat yang ada di atas. Antum tidak sedang tamak ke hartanya, tetapi antum sedang belajar kepada mereka. Dahulu saya suka ceramah di kalangan orang- orang kaya.
Waktu saya ceramah di rumahnya Abu Rizal Bakrie yang saat itu sedang berduit- duitnya, saya duduk dalam 1 karpet, ketika krismon pada waktu itu, sekretarisnya bilang pada waktu itu, tahu tidak bearapa harga karpet ini. Saya bilang saya tidak tahu, saya pikir sajadah biasa. Dia bilang karpet itu harganya 100 ribu Dollar. Karpet kecil harganya 1,6 M.
Waktu saya selesai ceramah dikasih amplop, amplopnya tipis. Saya bilang sama sekretarisnya. Ini amplop kembalikan kepada dia. Bilang sama beliau saya Cuma ingin berkawan dengan dia. Dia belajar agama sama saya, saya belajar dunia sama dia. Kalau saya terima ini, nanti saya dianggap ustadz dan dia tidak dengar kata- kata saya. Saya mau bersahabat dengan dia. Jangan kasih saya amplop lain kali. Supaya kita bergaul. Setiap kali saya datang ke kelompok yang pengusaha kaya itu saya selalu menolak, saya tidak terima ini saya ingin bergaul dengan bapak, saya ingin jadi teman.
Alhamdulillah dari situ saya banyak teman dari kelompok orang- orang kaya, dan kalau datang kita belajar, saya bertanya sama mereka kenapa begini, bagaimana caranya, bertanya kita belajar. Memang di jurusan saya dia belajar dari saya kalau ada yang perlu dido’akan panggil saya, bisa. Tapi kan saya tidak punya ilmu bikin duit sebelumnya, saya perlu belajar dari orang yang ahli. Jadi dalam bab itu saya murid, dalam bab saya dia murid.
Jangan karena kita sering ceramah, terus semua orang kita anggap murid dalam segala aspek. Saya bergaul dengan orang- orang kaya dan saya belajar dengan mereka. Saya belajar bagaimana caranya bikin duit, bagaimana caranya bikin perusahaan sama- sama dan saya tidak malu. Bergaul dengan mereka itu dari sekarang. Jangan tamak pada hartanya tetapi ambil ilmunya. Jangan minder bergaul dengan orang kaya seperti itu...
Dikutip dari "Anis Matta Bicara Uang"
Berikut tips dari Ustadz Anis Matta..
Pertama, perbaiki ide kita tentang uang. Ide itu adalah wilayah kemungkinan, “space of possibility”. Semua yang menjadi mungkin dalam ide kita pasti akan menjadi mungkin dalam realita. Ide itu adalah tempat penciptaan pertama sedangkan realitas itu adalah tempat penciptaan kedua. Jadi tidak ada realitas yang terjadi dalam kehidupan ini tanpa sebelumnya tercipta pertama kali dalam ide- ide kita. Sebelum pesawat terbang itu di ciptakan yang pertama kali dahulu adalah ide bagaimana manusia dapat terbang seperti burung. Jadi begitu sesuatu jadi mungkin dalam ide kita, ia bisa menjadi mungkin dalam kenyataan.
Sekarang perbaikilah ide- ide kita tentang uang. Belajarlah utuk mempunyai mimpi besar tentang uang. Belajarlah untuk membuat daftar rencana, Insya Allah ketika saya meninggal nanti saya mewariskan sekian banyak uang. Buatlah step ide ini luas. Karena kalau space of possibility kita ini luas maka space of reality kita jadi luas. Kalau kita lihat mobil, belajarlah mempunyai selera yang bagus.
Supaya ide- ide ini tumbuh dengan baik kita perlu dari sekarang membaca sebuah buku tentang uang. Bacalah buku diantaranya The Millionaire Mind, ada dua buku yang ditulis oleh penulis yang sama karena ini adalah risetnya. Selanjutnya The Millionaire Dead. Ini adalah penelitian yang dilakukan terhadap cara berpikir orang- orang kaya yang ada di Amerika. Kemudian buku One Minute Millionaire (Bagaimana menjadi Milliuner dalam 1 menit) dan ini juga punya website, kita bisa masuk websitenya, mereka punya psikotest kalau kita ingin mengetahui apakah kita punya talenta jadi orang kaya atau tidak.
Alamat websitenya www.oneminutemillionaire.com. Buku yang ketiga adalah semua buku Robert T Kiyosaki. Yang ke-4 ini buku lama tapi termasuk buku- buku awal yang dibaca orang tentang uang yaitu buku yang ditulis oleh Napoleon Hill, Think and Grow Rich, Berfikir dan menjadi Kaya. Buku terakhir ini adalah buku yang sangat lama karena diterbitkan pada tahun 80-an dan ditulis tahun 70-an, tapi menurut saya rasa masih masih relevan untuk dibaca. Ini buku- buku dasar semuanya bagi pemula. Dan saya rasa penting juga untuk mendapatkan landasan syar’I yang bagus tentang hal ini apabila kita baca juga buku yang ditulis oleh syeikh Yusuf Qordlowi tentang nilai- nilai moral dalam ekonomi Islam.
Perbaiki dahulu ide kita tentang uang, perbaiki tsaqafah tentang uang dan mulailah mempunyai mimpi besar untuk menjadi orang kaya, supaya kita Insya Allah naik derajatnya dari amil zakat menjadi muzakki. Supaya kita datang kepada orang jangan lagi bawa proposal, itu yang benar. Sering- seringlah ke tempat- tempat mewah, jalan-jalan saja untuk memperbaiki selera.
Saya punya 1 halaqah yang terdiri dari anak- anak LIPIA. Mereka datangnya dari kampong, dari pesantren semuanya. Saya tahu mereka membawa background, di backmindnya itu ada psikologi orang kampung yang tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya. Saya Tanya kamu nanti setelah selesai dari LIPIA mau kemana? Mereka bilang Insya Allah kita mau pulang ke kampung mengajar ma’had, mengajar bahasa Arab. Suatu hari saya ajak mereka, hari ini tidak liqa’, tetapi saya tunggu kalian di Hotel Mulia. Saya ada di suatu tempat dan mereka tidak melihat saya. Saya suruh mereka berdiri di lobby. Mereka datang pakai ransel karena mahasiswa datang pakai ransel, diperiksa lama oleh security, karena penampilannya sebagai orang miskin dicurigai membawa bom. Saya lihat dari atas. Itu masalah strata, kalau antum datang pakai jas dan dasitidak ada yang periksa antum di ditu, karena yang datang pakai ransel tampang kumuh.
Kemudian mereka bertanya dimana antum ustadz, saya bilang antum tunggu saja disitu. Saya dekat mereka tapi mereka tidak bisa melihat, saya hanya memperhatikan apa yang mereka lakukan. Kira- kira 2 jam mereka saya suruh di situ, mondar- mandir di lobby. Minggu depan saya Tanya apa yang antum lihat disana. Orang lalu lalang, jawab mereka.
Saya Tanya, pertama, apakah ada satu orang yang lalu lalang yang antum lihat yang mukanya jelek, dia bilang tidak ada. Semuanya ganteng- ganteng semuanya cantik- cantik. Jadi ada korelasi antara wajah dan kekayaan. Makin kaya seseorang makin baik wajahnya. Kedua, ada tidak yang memakai pakaian yang tidak rapi kecuali antum. Dia bilang tidak ada, semuanya rapi. Jadi dengan latihan seperti ini pikirannya sedikit mulai terbuka. Karena ia membawa bibit dalam pikirannya untuk menjadi orang miskin. Sekarang Alhamdulillah mereka bertiga sekarang ini sedang kuliah di UI ambil S2 Ekonomi Islam.
Ikhwah sekalian jadi kita perbaiki insting kita. Pertama kali kita perbaiki tsaqafah kita. Jadi hadirkan buku- buku itu kedalam rumah dan mulai dari sekarang anak- anak kita juga mulai di ajari tentang uang. Ikutilah kursus- kursus tentang entrepreneurship supaya kita dapat memperbaiki dulu citra kita tentang uang.
Kedua, menyiapkan diri untuk menjadi kaya. Orang- orang kaya yang bijak itu mempunyai nasehat yang bagus, mereka mengatakan “sebelum anda menjadi kaya latihanlah terlebih dahulu menjadi kaya”. Hiduplah dengan hidup gaya orang kaya. Orang kaya itu optimis. Bagi orang kaya biasanya tidak ada yang susah. Bagi mereka semuanya mungkin, karena itu mereka selalu optimis. Jadi yang harus dihilangkan dari kita adalah pesimis. Saya punya seorang teman sekarang jadi kaya, dia datang ke Jakarta hanya sebagai pelatih karate dan tidak ada duitnya, tapi supaya tidak ketahuan oleh istrinya bahwa dia tidak punya pekerjaan, setiap habis sholat subuh dia pergi lari olahraga, setelah itu dia memakai pakaian rapi lalu keluar rumah. Dia juga tidak tahu mau kemana yang penting keluar rumah. Istrinya tidak tahu kalau dia tidak punya pekerjaan. Nanti dijalan baru ditentukan siapa yang dia temui hari ini.
Langkah pertama perbaiki dahulu sirkulasi darah kita, olahraga dulu, supaya wajah segar makan yang banyak. Banyaklah makan yang enak, daging. Sering- seringlah makan yang enak.
Menurut Utsman bin Affan makanan paling enak itu adalah kambing muda. Setiap hari mereka makan kambing muda. Makan yang enak, olah raga yang bagus supaya wajah kita berseri. Syeikh Muhammad Al- Ghozali dalam kitab Jaddid Hayataka mengatakan kenapa orang-orang Barat itu pipinya merah, karena sirkulasi darahnya bagus, gizinya bagus. Sedangkan kita orang- orang Timur kalau ketemu itu auranya pesimis, tidak ada harapan. Biasakanlah kalau orang ketemu kita ada harapan yang terlihat, makanya kalau pilih warna baju pilihlah yang cerah- cerah.
Ibnu Taimiyah mengatakan ada hubungan antara madzhab dan batin kita, pakaian apa yang kita pakai itu mempengaruhi kondisi kejiwaan kita. Jangan pakai pakaian orang tua. Ada anak umur 25 tahun pakaiannya pakaian orang tua, bagaimana nanti kalau umurnya 50 tahun pakaiannya seperti apa. Tampillah sebagai anak muda.
Cukur rambut yang bagusbagus, cukur kumis yang rapi janggut dirapikan. Rapi, supaya kita kelihatan ada optimisme. Belajarlah sedikit latihan menatap supaya sorotan mata kita kuat, perlu sedikit latihan menatap. Misalnya di pagi hariatau sore hari menjelang matahari terbenam, antum tatap matahari dan tidak berkedip matanya. Kalau bisa antum bertahan 1 menit itu bagus. Latihan saja sendiri. Di dalam kamar ambil lilin, matikan lampu, antum tatap lilin dan matanya tidak berkedip dan tidak berarir. Nanti kalau sudah terbiasa pandangan matanya kuat. Jadi kalau olahraga teratur, sirkulasi udara bagus, pikiran jadi segar, tsaqafah kita bertambah mulai memakai pakaian yang cerah- cerah. Makanya Rasulullah itu senangnya memakai baju putih. Jangan pakai yang gelap- gelap atau warna yang tidak menunjukkan semangat hidup. Jangan juga berpenampilan seperti orang tua. Sekadar untuk menunjukkan kita ini kelompok orang- orang shaleh kita pakai baju taqwa, itu pakaian orang Cina.
Pakailah baju yang segar agar dapat menunjukkan bahwa kita ada semangat. Walaupun anda sudah berumur pun tetap pakai pakaian yang muda, jangan berpenampilan tua. Artinya kita harus merendahkan diri, sebab uban tanpa diundang dia akan datang. Jadi tidak perlu menua- nuakan diri dengan sekadar tampil kelihatan dewasa, tua, bijak. Tampillah sebagai anak muda yang gesit dan optimis.
Ketiga, bergaullah dengan orang- orang kaya, perbanyak teman- teman antum dari kalangan tersebut. Ini tidak bertentangan dengan hadits yang mengatakan bahwa bab rezeki lihatlah kepada yang dibawah dan jangan lihat yang ada di atas. Antum tidak sedang tamak ke hartanya, tetapi antum sedang belajar kepada mereka. Dahulu saya suka ceramah di kalangan orang- orang kaya.
Waktu saya ceramah di rumahnya Abu Rizal Bakrie yang saat itu sedang berduit- duitnya, saya duduk dalam 1 karpet, ketika krismon pada waktu itu, sekretarisnya bilang pada waktu itu, tahu tidak bearapa harga karpet ini. Saya bilang saya tidak tahu, saya pikir sajadah biasa. Dia bilang karpet itu harganya 100 ribu Dollar. Karpet kecil harganya 1,6 M.
Waktu saya selesai ceramah dikasih amplop, amplopnya tipis. Saya bilang sama sekretarisnya. Ini amplop kembalikan kepada dia. Bilang sama beliau saya Cuma ingin berkawan dengan dia. Dia belajar agama sama saya, saya belajar dunia sama dia. Kalau saya terima ini, nanti saya dianggap ustadz dan dia tidak dengar kata- kata saya. Saya mau bersahabat dengan dia. Jangan kasih saya amplop lain kali. Supaya kita bergaul. Setiap kali saya datang ke kelompok yang pengusaha kaya itu saya selalu menolak, saya tidak terima ini saya ingin bergaul dengan bapak, saya ingin jadi teman.
Alhamdulillah dari situ saya banyak teman dari kelompok orang- orang kaya, dan kalau datang kita belajar, saya bertanya sama mereka kenapa begini, bagaimana caranya, bertanya kita belajar. Memang di jurusan saya dia belajar dari saya kalau ada yang perlu dido’akan panggil saya, bisa. Tapi kan saya tidak punya ilmu bikin duit sebelumnya, saya perlu belajar dari orang yang ahli. Jadi dalam bab itu saya murid, dalam bab saya dia murid.
Jangan karena kita sering ceramah, terus semua orang kita anggap murid dalam segala aspek. Saya bergaul dengan orang- orang kaya dan saya belajar dengan mereka. Saya belajar bagaimana caranya bikin duit, bagaimana caranya bikin perusahaan sama- sama dan saya tidak malu. Bergaul dengan mereka itu dari sekarang. Jangan tamak pada hartanya tetapi ambil ilmunya. Jangan minder bergaul dengan orang kaya seperti itu...
Dikutip dari "Anis Matta Bicara Uang"
Friday, February 8, 2008
Bunga Bunga Bermekaran...

Alhamdulillah, dalam pekan ini ada berita gembira dari dua orang sobat saya semasa SMA dulu. Mereka adalah Edi dan Harry, yang baru saja melangsungkan akad suci dan menggelar resepsi pernikahan. Ahad lalu (3/2/08), Edi melangsungkan resepsi pernikahan di GSG Masjid Walikota Jakarta Utara. Sementara resepsi pernikahan Harry pada hari Kamis (7/2/08) di Gedung PLN Ragunan.
Dengan mengakhiri masa lajangnya, berarti kami berlima yang dulu tergabung dalam PANDAWA LIMA (pasukan dakwah 95), teman seperjuangan di Rohis SMA dulu sudah tidak ada lagi yang berstatus jomblo.
Selamat buat Akh Edi & Akh Harry.. Welcome to the club.. :)
"Barakallahulakum wa baraka 'alaykum wa jama'a baynakuma fii khayrin"
Semoga menjadi pernikahan yg penuh barokah, serta menjadi keluarga samaradata.. Amiin..
Untuk para mempelai.. Untuk yang sedang jatuh cinta.. Berikut saya petik tulisan Anis Matta dalam "Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga"..
===
Cinta merupakan sebentuk emosi manusiawi. Karena itu ia bersifat fluktuatif naik turun mengikuti semua anasir di dalam dan di luar di diri manusia yang mempengaruhinya. Itulah sebabnya saya juga mengatakan, mempertahankan dan merawat rasa cinta sesungguhnya jauh lebih sulit dari sekedar menumbuhkannya. Jadi obrolan kita belum selesai.
Walaupun begitu, saya juga tidak merasakan adanya urgensi untuk menjawab pertanyaan ini: apa itu cinta? Itu terlalu filosofis. Saya lebih suka menjawab pertanyaan ini: bagaimana seharusnya anda mencintai? Pertanyaan ini melekat erat dalam kehidupan individu kita.
Cinta itu bunga; bunga yang tumbuh mekar dalam taman hati kita. Taman itu adalah kebenaran. Apa yg dengan kuat menumbuhkan, mengembangkan, dan memekarkan bunga-bunga adalah air dan matahari. Air dan matahari adalah kebaikan. Air memberinya kesejukan dan ketenangan, tapi matahari memberinya gelora kehidupan. Cinta, dengan begitu, merupakan dinamika yg bergulir secara sadar di atas latar wadah perasaan kita.
Maka begitulah seharusnya anda mencintai; menyejukkan, menenangkan, namun juga menggelorakan. Dan semua makna itu terangkum dalam kata ini: menghidupkan. Anda mungkin dekat dengan peristiwa ini; bagaimana istri anda melahirkan seorang bayi, lalu merawatnya, dan menumbuhkannya, mengembangkannya serta menjaganya. Ia dengan tulus berusaha memberinya kehidupan.
Bila anda ingin mencintai dengan kuat, maka anda harus mampu memperhatikan dengan baik, menerimanya apa adanya dengan tulus, lalu berusaha mengembangkannya semaksimal mungkin, kemudian merawatnya... menjaganya dengan sabar. Itulah rangkaian kerja besar para pecinta; pengenalan, penerimaan, pengembangan dan perawatan.
Subscribe to:
Posts (Atom)