Cuci motor sambil browsing internet... sekarang bisa didapatkan pada salah satu outlet mitra di Pondok Pinang. Luar biasa, ……… pertama di Indonesia. Jika teman-teman selama ini selalu menghadapi problema cuci motor yang hasilnya tidak pernah bersih, maka cobalah mencuci dan sekaligus salon di GwGuyur Pusat Cuci & Salon Motor Profesional di Pondok Pinang. Biasanya pelanggan-pelanggan setia GwGuyur sangat puas dengan hasil cuci dan salon dari petugas-petugas GwGuyur. Apalagi ditambah dengan internet pake WiFi, dimana lagi yang ada kayak begini. Tempat nyantai paling OK buat para bikers.
Tempat luas, nyaman dan dekat kemana-mana adalah satu kelebihan dari GwGuyur Pusat Cuci & Salon Motor Profesional. Sambil pulang kantor, taruh motor Anda di GwGuyur Pondok Pinang, serahkan motor Anda pada orang yang kompeten untuk membersihkan motor Anda, browsing internet WiFI sambil makan enak…. hmmmmm, pulang ke rumah dengan motor yang sudah bersih… sangat fantastis…
So…. tunggu apa lagi, segera datang ke GwGuyur Pusat Cuci Motor Profesional Pondok Pinang di Jl. Ciputat raya No. 42 G, Pondok Pinang. Rasakan petualangan fanatastis mencuci motor Anda di GwGuyur Pusat Cuci Motor Profesional.
Source: www.gwguyur.com
Friday, January 16, 2009
Tuesday, January 13, 2009
Dedicated to Palestine...
Gaza – Infopalestina.com: 28 warga Palestina kemarin Senin (12/1) gugur dalam serangan Israel ke Jalur Gaza. Sehingga korban gugur sejak hari pertama mencapai 919 orang dan 4300 luka-luka... Dengan gugurnya 28 orang ini maka jumlah total korban hingga hari ini adalah 917 orang kebanyakan anak-anak, wanita, orang tua, dan 4300 luka-luka, 55 persen dari kalangan anak-anak dan wanita.
...
Merah Saga
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Album : Tak Kenal Henti
Munsyid : Shoutul Harokah
http://liriknasyid.com
Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir
Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu
Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah ditanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad palestina
Perjuangan telah kau bayar
Dengan jiwa, syahid dalam cinta-NYA
...
...
Merah Saga
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Album : Tak Kenal Henti
Munsyid : Shoutul Harokah
http://liriknasyid.com
Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir
Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu
Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah ditanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad palestina
Perjuangan telah kau bayar
Dengan jiwa, syahid dalam cinta-NYA
...
Wednesday, December 17, 2008
Orang - Orang Yang Didoakan Malaikat
Kadangkala kesuksesan yang kita raih dan kenikmatan yang kita rasakan bukan berasal dari amal yang kita lakukan ataupun do'a yang kita lantunkan. Boleh jadi ada peran orang lain didalamnya, bahkan peran malaikat yang mendo'akan kita. Seperti sekumpulan orang-orang dibawah ini..1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akanmendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)
3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf). Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapaucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yangditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)
9. Orang - orang yang berinfak. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanyaberkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang - orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkanoleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawatkepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,"Sanadnya shahih")
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)
Sumber Tulisan Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi
(Orang -orang yang Didoakan Malaikat) Pustaka Ibnu Katsir
Thursday, October 30, 2008
Nasionalisme
Sudah pada lihat iklan PKS di tipi? Disitu ada beberapa tokoh nasional yang diambil spirit perjuangannya. Mereka adalah Bung Karno, M. Natsir, Hasyim Asy'ari dan Ahmad Dahlan. Meski menimbulkan pro dan kontra bagi sebagian kalangan, bagi saya iklan tsb sangat pas dengan momentum Sumpah Pemuda. Kita kembali diingatkan dengan semangat juang para pahlawan bangsa, sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme yang mulai pudar..
AKU BUKAN BUDAK MOSKOW.. BUKAN PULA BUDAK AMERIKA.. AKU ADALAH "BUDAK" BAGI RAKYATKU SENDIRI..!!
Thursday, October 9, 2008
Cinta Tak Harus Memiliki
Udah lama nggak posting tulisan yg bertemakan cinta. Kebetulan ada email masuk di milis sebelah. Sebuah kisah menarik dari generasi terdahulu.. Bahwa cinta itu tidak harus memiliki.. It's a nice story. Kadang kita sering terjebak pada nafsu dan ambisi dengan mengatasnamakan cinta. Moga bisa menjadi pembelajaran bagi kita bagaimana seharusnya menyikapi yang namanya cinta..===
Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda'.
"Subhanallaah.. wal hamdulillaah..", girang Abud Darda' mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.
"Saya adalah Abud Darda', dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.", fasih Abud Darda' bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.
"Adalah kehormatan bagi kami", ucap tuan rumah, "Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami." Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.
"Maafkan kami atas keterusterangan ini", kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. "Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abud Darda' kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan."
Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.
"Allahu Akbar!", seru Salman, "Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda', dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!"
♥♥♥
Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan 'merasa dikhianati'-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.
Monday, October 6, 2008
Mudik Lebaran
Akhirnya.. saya merasakan juga yg namanya mudik lebaran. Selama ini, saya selalu berlebaran di jakarta, kampung (eh, kota) halaman. Meski sejak menikah slalu silaturahim saat lebaran ke kampung istri di Cimahi, Bandung. Namun belum pernah saat malam takbiran, hari H, ataupun sholat 'ied di Bandung. Biasanya, dalam 3 tahun terakhir saya dan istri baru sowan ke Bandung saat H+2. Tahun ini saya, istri dan Faruq berkesempatan melalui H-1 hingga H+2 di Bandung..
H-1
Alhamdulillah.. perjalanan jakarta-bandung lewat tol cipularang lancar.. berangkat dari pool Star Travel di Plaza Tendean jam 10 pagi.. Tujuan akhir travel adalah pool Star di Ciwalk. Setelah keluar tol Pasteur, kita minta turun di BTC jam 11:30 teng.. Berarti cuma 1,5 jam perjalanan Jakarta-Bandung. Di BTC ibu mertua sudah menunggu untuk menjemput cucu kesayangannya.. Yup, siapa lagi kalo bukan Faruq, my junior.. maklum, cucu pertama dan satu2nya yg kini berumur 4 bulan itu baru kali ini ke Bandung..
Setelah "ngedrop" faruq di BTC, saya & ummi-nya faruq belanja dulu ke Giant yg berada di sebrang BTC (Bandung Trade Center).. gak enak mudik ke mertua gak bawa apa2.. eh, bawa dodol ding.. titipan dari emak di jakarte.. dodol betawi ma dodol china.. sambil nyari2 sesuatu buat menu buka puasa di hari terakhir ramadhan tahun ini dan kue2 kering buat lebaran.. selesai shopping, langsung cabut ke rumah mertua di Cimahi..
H
Setelah sholat 'ied di lapangan deket rumah, ketupat dan opor ayam sudah menunggu.. ba'da makan2, kita silaturahim ke beberapa tetangga.. kemudian berangkat ke Kopo, rumah Wa Idi, adik dari alm. bapak mertua saya.. disana sudah berkumpul keluarga besar dari istri saya.. Faruq yg lagi lucu2nya jadi pusat perhatian disana, seperti juga waktu di Cimahi..
H+1
Jam 9 pagi tiba di Masjid Salman ITB, janji ketemuan dgn Mas Roji yg membawa istri & 3 anaknya, Nusaiba (7th), Huzaifah (4th) dan Ammar (1,5th).. Saya juga bawa pasukan: faruq, ummu faruq dan juan (keponakan istri yg berusia 8th).. Mas Roji adalah sobat saya waktu kuliah di Bandung. Dulu saya banyak belajar bisnis dari dia. Dia membiayai kuliahnya sendiri dengan usaha percetakan-nya. Kami berdua pernah berkolaborasi dengan berjualan buku2 islam di kampus dan sekitarnya.. Kini Mas Roji bekerja di sebuah BUMN.. Pertemuan di Salman itu membuka kembali aura kami untuk bisnis bareng lagi.. mudah2an suatu saat bisa terwujud..
H+2
Kalo berangkat naek Star, pulang pake Cipaganti. Kebetulan ada pool Cipaganti di BTC. Enin dan Wa Dega mengantar Faruq hingga BTC. Nenek dan Om-nya Faruq itu terasa berat melepas cucu dan ponakannya ke Jakarta. 3 hari sepertinya masih kurang untuk bermain2 dengan Faruq. Kapan2 kita ke Bandung lagi kok, Nin.. Jakarta-Bandung kan deket.. Wuzz.. Cipaganti pun melaju dari Bandung ke Jakarta lewat tol Cipularang.. menyisakan sebuah pantun yang terkirim sebagai sms lebaran di malam takbiran..
mudik ke bandung lewat cipularang
mampir sejenak mengisi bensin
idul fitri sudah menjelang
mohon maaf lahir & bathin
H-1
Alhamdulillah.. perjalanan jakarta-bandung lewat tol cipularang lancar.. berangkat dari pool Star Travel di Plaza Tendean jam 10 pagi.. Tujuan akhir travel adalah pool Star di Ciwalk. Setelah keluar tol Pasteur, kita minta turun di BTC jam 11:30 teng.. Berarti cuma 1,5 jam perjalanan Jakarta-Bandung. Di BTC ibu mertua sudah menunggu untuk menjemput cucu kesayangannya.. Yup, siapa lagi kalo bukan Faruq, my junior.. maklum, cucu pertama dan satu2nya yg kini berumur 4 bulan itu baru kali ini ke Bandung..
Setelah "ngedrop" faruq di BTC, saya & ummi-nya faruq belanja dulu ke Giant yg berada di sebrang BTC (Bandung Trade Center).. gak enak mudik ke mertua gak bawa apa2.. eh, bawa dodol ding.. titipan dari emak di jakarte.. dodol betawi ma dodol china.. sambil nyari2 sesuatu buat menu buka puasa di hari terakhir ramadhan tahun ini dan kue2 kering buat lebaran.. selesai shopping, langsung cabut ke rumah mertua di Cimahi..
H
Setelah sholat 'ied di lapangan deket rumah, ketupat dan opor ayam sudah menunggu.. ba'da makan2, kita silaturahim ke beberapa tetangga.. kemudian berangkat ke Kopo, rumah Wa Idi, adik dari alm. bapak mertua saya.. disana sudah berkumpul keluarga besar dari istri saya.. Faruq yg lagi lucu2nya jadi pusat perhatian disana, seperti juga waktu di Cimahi..
H+1
Jam 9 pagi tiba di Masjid Salman ITB, janji ketemuan dgn Mas Roji yg membawa istri & 3 anaknya, Nusaiba (7th), Huzaifah (4th) dan Ammar (1,5th).. Saya juga bawa pasukan: faruq, ummu faruq dan juan (keponakan istri yg berusia 8th).. Mas Roji adalah sobat saya waktu kuliah di Bandung. Dulu saya banyak belajar bisnis dari dia. Dia membiayai kuliahnya sendiri dengan usaha percetakan-nya. Kami berdua pernah berkolaborasi dengan berjualan buku2 islam di kampus dan sekitarnya.. Kini Mas Roji bekerja di sebuah BUMN.. Pertemuan di Salman itu membuka kembali aura kami untuk bisnis bareng lagi.. mudah2an suatu saat bisa terwujud..
H+2
Kalo berangkat naek Star, pulang pake Cipaganti. Kebetulan ada pool Cipaganti di BTC. Enin dan Wa Dega mengantar Faruq hingga BTC. Nenek dan Om-nya Faruq itu terasa berat melepas cucu dan ponakannya ke Jakarta. 3 hari sepertinya masih kurang untuk bermain2 dengan Faruq. Kapan2 kita ke Bandung lagi kok, Nin.. Jakarta-Bandung kan deket.. Wuzz.. Cipaganti pun melaju dari Bandung ke Jakarta lewat tol Cipularang.. menyisakan sebuah pantun yang terkirim sebagai sms lebaran di malam takbiran..
mudik ke bandung lewat cipularang
mampir sejenak mengisi bensin
idul fitri sudah menjelang
mohon maaf lahir & bathin
Friday, October 3, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)